Kamis, 13 September 2018 07:30 WITA

Mengapa Orang yang Bau Rokok Dilarang Masuk Masjid?

Editor: Abu Asyraf
Mengapa Orang yang Bau Rokok Dilarang Masuk Masjid?
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Ada perbedan pendapat di kalangan ulama terkait halal atau haramnya rokok. Namun seluruh ulama sepakat mengatakan bahwa orang yang habis mengisap tembakau dimakruhkan untuk mendatangi masjid.

Dikutip dari Wahdah.or.id, bau rokok disamakan larangan mendatangi dan memasuki masjid setelah makan bawang merah, putih, atau yang sejenisnya yang menghasilkan bau tak sedap. 

Di dalam kitab Shahihain Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang memakan bawang putih atau bawang merah serta daun bawang maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat terganggu dengan apa-apa yang manusia terganggu dengannya.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Bawang dan daun bawang bukanlah makanan yang haram, akan tetapi dilarang bagi yang akan melaksanakan salat memakannya karena dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap dan bisa mengganggu orang-orang yang salat. 

Larangan ini berlaku pula pada semua yang mengandung bau tidak sedap dan mengganggu penciuman orang lain, bahkan lebih berat seperti bau rokok dan sejenisnya.

Dikutip dari Rumaysho.com, dalam sebuah hadis dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang makan tanaman ini -yaitu bawang-, maka janganlah dia mendekati masjid kami” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal ini karena orang yang mulutnya bau bawang akan menyakiti jemaah lainnya. Maka hal yang sama ditimbulkan oleh rokok.

Dalam Alquran, Allah Ta’ala berfirman, "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 58) 

Selanjutnya, dalam hadis qudsi disebutkan, "Barangsiapa menyakiti wali-Ku (orang beriman), maka Aku mengizinkan untuk diperangi”. (HR. Bukhari)

Dengan alasan-alasan inilah menghadiri salat jemaah bagi orang yang masih memiliki bau rokok tidak dibolehkan. Ini bukan berarti keringanan bagi dia untuk tidak ikut shalat jemaah, namun sebagai peringatan atas perbuatan haram yang ia perbuat. Ini supaya dia menghilangkan bau rokoknya barulah ia menghadiri salat jemaah.

Berita Terkait