Rabu, 12 September 2018 08:28 WITA

Dua Jasad Tentara AS yang Dipulangan Korea Utara Telah Diidentifikasi

Editor: Suriawati
Dua Jasad Tentara AS yang Dipulangan Korea Utara Telah Diidentifikasi
Sisa-sisa tentara Amerika yang dipulangkan dari Korea Utara terlihat selama upacara repatriasi setelah tiba di Pearl Harbor-Hickam, Honolulu, Hawaii. (Foto: AFP / Ronen Zilberman)

RAKYATKU.COM - Ahli forensik AS telah mengidentifikasi dua jasad pasukan AS yang tewas dalam Perang Korea, yang baru-baru ini dikembalikan oleh Korea Utara.

Pejabat Defense POW/MIA Accountability Agency (DPAA) mengatakan bahwa keduanya diidentifikasi melalui analisis DNA dan dokumen sejarah.

Keduanya tewas pada akhir 1950 dekat Sungai Chongchon, di Korea Utara saat ini, di mana AS menderita korban besar selama perang.

Salah satu yang diidentifikasi adalah pemuda Afrika-Amerika, tinggi dan kurus. Sisa tubuhnya memenuhi seluruh kotak, No. 16.

Pemerintah akan mengumumkan nama mereka dalam beberapa hari mendatang, setelah militer AS memberi tahu anggota keluarganya.

Sisa sisa pasukan AS yang tewas selama Perang Korea diserahkan oleh Korea Utara pada Juli, menyusul pertemuan Kim Jong-un dan Donald Trump di Singapura.

Dari 55 kotak yang diserahkan, para dokter telah melakukan pengambilan sampel pada 23 jasad. Sementara 32 kotak lainnya belum diuji.

“Salah satu alasan mengapa kami dapat mengidentifikasi mereka dengan sangat cepat [karena jenazah mereka] lebih lengkap,” kata Dr. John Byrd, Direktur Laboratorium dari DPAA dalam konferensi pers pada hari Senin (11/09/2018).

Selain itu, pejabat Korea Utara juga memasukkan selembar kertas berukuran 8,5x 11 inci yang menjelaskan di mana sisa-sisa itu ditemukan.

DPAA menggunakan informasi itu, bersama dengan dokumen sejarah lainnya dan tes DNA, untuk secara positif malakukan identifikasi.

Sekadar diketahui, DPAA memiliki sampel DNA referensi sebanyak 92% dari 7.699 anggota layanan Perang Korea yang masih hilang.

Menurut pejabat DPAA, kertas informasi itu mengungkapkan bahwa 35 jasad yang dikembalikan berasal dari Pertempuran Waduk Chosin pada tahun 1950. Sisanya, 20 berasal dari Pertempuran Unsan. Sekitar 2.800 anggota layanan masih hilang dari dua medan perang itu.