Selasa, 11 September 2018 18:00 WITA

Soal Kain Ihram Buatan China untuk Jemaah Haji, Ini Penjelasan Kemenag

Editor: Abu Asyraf
Soal Kain Ihram Buatan China untuk Jemaah Haji, Ini Penjelasan Kemenag
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Sorotan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution soal kain ihram buatan China, akhirnya dijawab Kementerian Agama, Selasa (11/9/2018).

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri yang juga Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadhan Harisman mengakui ada kain ihram yang dijual di pasaran. Makanya, dia bisa bisa menjamin tidak ada jemaah Indonesia yang menggunakannya.

Namun khusus kain ihram resmi yang dibagikan kepada jemaah, dia memastikan bukan barang impor. Kain ihram itu, katanya, berasal dari Bank Penerima Setoran awal (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sedang untuk jemaah perempuan, mereka mendapatkan mukena.

"Kain ihram untuk jemaah haji reguler dibuat sendiri oleh pengrajin dengan bahan berupa benang nomor 12S dari pabrik benang di dalam negeri," tegas Ramadhan di Jakarta, Selasa (11/9/2018) seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

Dijelaskan Ramadhan, benang nomor 12S merupakan benang yang juga digunakan untuk pembuatan handuk. Kain ihram yang dibagikan kepada jemaah oleh BPS, terbuat dari benang nomor 12S tersebut. Kain ihram itu ditandai dengan sablon berwarna hijau bertuliskan "Indonesia".

"BPS melakukan kontrak pembuatan ihram dengan pengrajin dari Majalaya dan Pekalongan. Pabrik tempat pembuatan kain ihram tersebut menggunakan benang nomor 12S," tegasnya.

Ramadhan mengakui bahwa ada juga kain ihram yang dijual di pasaran yang berasal dari China. Namun, dia memastikan kalau kain yang diberikan BPS ke jemaah reguler buatan dalam negeri.

"Tuduhan bahwa Kementerian Agama memberikan kain ihram buatan China kepada jemaah tidak sesuai fakta," tambahnya.

Selain kain ihram, jemaah haji reguler asal Indonesia juga mendapatkan kain batik. Kain ini juga diberikan sebagai suvenir dari BPS BPIH. Kain ihram, mukena, dan batik itu diberikan saat jemaah melakukan pelunasan BPIH.

Tahun ini, Indonesia memberangkatkan lebih dari 200 ribu jemaah haji ke Arab Saudi. Pemberian suvenir berupa kain ihram, mukena, dan batik buatan dalam negeri diharapkan ikut menghidupkan industri menengah ke bawah di Indonesia.