Selasa, 11 September 2018 17:52 WITA

Rawan Kongkalikong, KPU Diminta Perkuat Integritas Jajaran

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Nur Hidayat Said
Rawan Kongkalikong, KPU Diminta Perkuat Integritas Jajaran

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pengamat kepemiluan, Nurmal Idrus berharap, jelang Pemilu 2019, KPU provinsi dan kabupaten/kota memberikan penguatan dan pemahaman kepada jajaran di bawahnya, untuk menjaga integritas penyelenggaraan.

Hal itu disampaikan, mengingat rawannya dimanfaatkan penyelenggara seperti PPS dan KPPS oleh para caleg maupun tim sukses pilpres.

"Sekarang menurut saya KPU perlu terus memberikan penyadaran kepada jajarannya tentang perlunya pemilu yang berintegritas. Selama ini KPU hanya fokus pada memberi mereka pelatihan teknis pemilu tetapi terkesan melupakan membangun dan menjaga integritas penyelenggaranya," tutur Nurmal, saat dikonfirmasi, pada Selasa (11/9/2018).

Dijelaskan Nurmal, selain PPK dan KPPS yang terbilang rawan untuk berkongkalikong dengan kandidat, jajaran pengawas juga demikian. 

"Jadi, semua kembali pada integritas penyelenggara itu sendiri. Tingkat kesalahan teknis baik disengaja maupun tidak memang harus diakui sangat tinggi di pemilu. Itu berbeda dengan pilkada. Semua karena tingkat persaingan antar caleg yang memang tinggi," jelas eks Ketua KPU Makassar tersebut.

Begitu pula, lanjut Direktur Nurani Strategic tersebut, karena sistem penghitungan suara yang rumit hingga memungkinkan potensi kerawanan bisa muncul.

Apakah gaji penyelenggara jadi faktor kerawanan? Bagi Nurmal, hal itu relatif. Sebab, menurutnya, honor penyelenggara juga terbilang tidak rendah.

"Jadi kalau persoalan pendapatan tak bisa dijadikan sebagai pemicu. Sebab diberi honor berapapun besarnya kalau integritas tak dijaga maka tetap akan bobol juga," pungkas Nurmal.