Selasa, 11 September 2018 16:15 WITA

Gara-Gara Pakaian Ihram Buatan China, Menag Tantang Mantan Ketua BPK

Editor: Abu Asyraf
Gara-Gara Pakaian Ihram Buatan China, Menag Tantang Mantan Ketua BPK
Lukman Hakim Saifuddin

RAKYATKU.COM - Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin akhirnya angkat bicara terkait rumor impor pakaian ihram dari China.

Lukman yang juga politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menantang pihak yang menuding adanya impor pakaian ihram dari Negeri Tirai Bambu.

"Silakan dibuktikan, benarkah pakaian ihram jemaah haji reguler yang dikelola Kemenag RI diimpor dari Cina? Mohon dibuktikan, yang menuduh berkewajiban untuk membuktikan," tantang Menag, Selasa (11/9/2018).

Sebelumnya, mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Anwar Nasution berkomentar keras tentang pakaian ihram buatan China.

Ekonom senior ini menyampaikan bahwa Indonesia mampu menjadi seperti China yang menguasai pasar global jika seluruh masyarakat Indonesia mau bekerja.

Dia menyesalkan adanya jemaah haji yang mengenakan pakaian ihram dari China. Padahal, banyak UKM Indonesia yang mampu memproduksi kerudung dalam jumlah besar.

“Nah, penduduk Jawa itu kan bisa jahit baju ihram, bisa jahit kerudung. Menteri agamamu itu enggak punya otak itu. Kenapa beli dari China. Sampai di Jeddah sampai di Mekah telanjang bulat kau ganti baju semua pakai celana dalam buatan China," selorohnya seperti dikutip dari Kricom.id.

Seharusnya, lanjut Anwar, seluruh menteri bisa bekerja mengantisipasi melemahnya ekonomi Indonesia dan tidak hanya mengandalkan menteri ekonomi dan BUMN saja. "Belajarlah dari Deng Xioping. Dia buat tusuk gigi, celana dalam, mainan anak, kemudian kerudung,” jelasnya.

"Biar Indonesia ini lebih makmur, jangan jadi konsumen melulu. Mana ada restoran Padang di Saudi Arabia. Mana ada orang jualan kerudung Indonesia di sana. Ini yang harus dilakukan," katanya.

Produk China

Sebenarnya impor pakaian dari China bukan barang baru. Sejak beberapa tahun lalu, Indonesia telah mengimpor sejumlah barang yang sebenarnya bisa diproduksi dalam negeri. Barang itu antara lain baju, kerudung, tasbih, sajadah, hingga pakaian ihram.

"Kalau ada umroh, naik haji, maka (baju) ihram siapa yang kau pakai? Buatan China. Tasbihmu itu buatan mana? China. Sajadahmu buatan mana? Saya yakin kerudung ibu-ibu ini buatan China ya," kata Anwar Nasution dalam sebuah seminar middle income trap di Gedung di Danapala, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Ia menuturkan masuknya barang China di Indonesia maupun dunia bukan tanpa rencana. China mengeluarkan kebijakan yang mampu mendorong produksi dalam negeri hingga mampu menembus pasar Internasional.

"Banyak buatan China. Bukan buatan dalam negeri. Ini hasilnya. Ini hasilnya. Itu yang kita harus tiru," tegasnya.