Senin, 10 September 2018 16:22 WITA

Program Nyata Pertama NA-ASS; Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Hilirisasi Komoditas Andalan

Penulis: Fathul Khair - Arfa Ramlan
Editor: Nur Hidayat Said
Program Nyata Pertama NA-ASS; Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Hilirisasi Komoditas Andalan
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (kanan), berswafoto saat dalam rapat paripurna istimewa DPRD Sulsel, di lantai 3 gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (10/9/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS), sudah menyampaikan visi-misi serta program kerjanya dalam rapat paripurna istimewa DPRD Sulsel, di lantai 3 gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (10/9/2018).

Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman memiliki lima program. Pertama, pemberdayaan ekonomi rakyat melalui hilirisasi komoditas andalan Sulawesi Selatan. Nurdin Abdullah menjelaskan, program ini ditempuh melalui penjaminan ketersediaan bibit dan pupuk, pembangunan cekdam, bendung, dan pompaninasi untuk irigasi. Serta pembangunan pabrik pengolahan skala menengah dan pendampingan untuk manajemen dan pemasaran produk.

"Hal ini sebagai upaya untuk meminimalkan masalah klasik dalam bidang pertanian, yaitu kelangkaan bibit dan pupuk pada saat tanaman, harga jual yang jatuh pada saat panen raya dan irigasi teknis pada daerah-daerah tadah hujan," kata Nurdin Abdullah saat membacakan program kerjanya.

Satu contoh lain, kata dia, pengembanhan talas satuimo. Tanaman ini sudah sukses diuji di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, seperti Soppeng dan Pinrang. Disampaikan Nurdin Abdullah, pasar untuk tanaman ini juga siap menyerap ratusan ribu ton per tahunnya.

Program Nyata Pertama NA-ASS; Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Hilirisasi Komoditas Andalan

Loading...

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menyediakan program dari penyediaan bibit hingga pengolahan hasil tanam. Di luar dua contoh komoditas di atas, Pemprov Sulsel akan mengembangkan komoditas sesuai keunggulan masing-masing kabupaten/kota," jelasnya.

Inilah dikatakan Nurdin, yang dimaksud sebagai pewilayahan komoditas, seperti yang dahulu digagas oleh Profesor Amiruddin. Komoditas yang dimaksud meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, serta pemanfaatan potensi hutan nonkayu.

Selain itu, hilirisasi dalam pemanfaatan potensi sumber daya pertambangan juga menjadi bagian strategis dalam agenda pemerintahannya lima tahun ke depan.

"Hal ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan PAD Sulsel dan akan berdampak multiplier effect bagi masyarakat daerah setempat," pungkasnya.

Loading...
Loading...