Minggu, 09 September 2018 08:39 WITA

Mesir Jatuhkan Hukuman Mati Bagi 75 Demonstran Pro-Morsi 2013

Editor: Suriawati
Mesir Jatuhkan Hukuman Mati Bagi 75 Demonstran Pro-Morsi 2013
Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, Mohamed Badie berdiri di balik jeruji ketika diadili pada Februari 2015 (CNN)

RAKYATKU.COM - Pengadilan Mesir pada hari Sabtu telah mengeluarkan putusan untuk 739 terdakwa atas aksi protes menyusul penggulingan Presiden Mohammed Morsi pada 2013.

Dari jumlah itu, sebanyak 75 orang dijatuhi hukuman mati, dan 56 orang lainnya dipenjara seumur hidup, termasuk para pemimpin Islam.

Mereka yang dijatuhi hukuman dituduh melakukan pelanggaran terkait keamanan termasuk menghasut kekerasan, melakukan pembunuhan dan mengorganisir protes ilegal.

Di antara mereka yang dijatuhi hukuman mati di Pengadilan Kriminal Kairo adalah anggota Ikhwanul Muslimin terkemuka Essam El-Erian, Mohamed Beltagy, Abdel-Rahman al-Bar dan Osama Yassin. Dari 75 orang itu, 44 berada di penjara dan 31 sedang dalam pelarian.

Meskipun putusan dianggap final, para terdakwa masih dapat mengajukan banding.

Sementara itu, 56 terdakwa lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, termasuk Mohamed Badie, pemimpin Ikhwanul Muslimin.

Sekitar 200 terdakwa lainnya dijatuhi hukuman lima tahun penjara, di antaranya jurnalis foto Mahmoud Abu Zeid, juga dikenal sebagai Shawkan. Sisanya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

"Mereka yang dijatuhi hukuman lima tahun akan dibebaskan, tapi menurut hukuman itu, mereka akan tetap berada di bawah pengawasan selama lima tahun lagi," kata Mohamed Wahid, salah satu pengacara terdakwa, pada CNN.

loading...

Mesir Jatuhkan Hukuman Mati Bagi 75 Demonstran Pro-Morsi 2013Dari 739 terdakwa, 315 orang berada di penjara dan 419 buron. Sisanya, lima orang telah meninggal.

Ke-739 terdakwa ditangkap dan diadili karena ikut dalam aksi duduk di Rabaa al-Adawiya dan al-Nahda di Kairo untuk memprotes penggulingan Morsy.

Protes memuncak menjadi kekerasan massal, ketika pasukan keamanan Mesir - di bawah komando Presiden Abdel Fattah el-Sisi - berusaha untuk membersihkan ribuan demonstran dengan menggunakan senjata otomatis, pengangkut personel lapis baja dan buldoser militer. Tindakan itu menyebabkan ratusan orang terbunuh.

Hukuman mati telah menarik kritik pedas dari kelompok-kelompok hak asasi manusia di dalam dan luar negeri.

Pada hari Sabtu, Amnesty International mengutuk hukuman tersebut, yang digambarkan sebagai sesuatu yang "memalukan."

"Pihak berwenang Mesir harus merasa malu. Kami menuntut pengadilan ulang di pengadilan yang tidak memihak dan sepenuhnya menghormati hak untuk pengadilan yang adil bagi semua terdakwa," kata pejabat senior Amnesty Najia Bounaim.

Kelompok hak asasi manusia juga menekankan bahwa tidak satu pun anggota pasukan keamanan yang menghadapi proses hukum, padahal mereka melakukan pembantaian untuk menghentikan aksi duduk pada 14 Agustus 2013.

Tags
Loading...
Loading...