Sabtu, 08 September 2018 19:48 WITA

"Hai Gemuk! Jangan Pakai Bikini", Pesan Anonim Bikin Wanita Ini Sekarat

Editor: Aswad Syam
Jane Beaumont

RAKYATKU.COM, MANCHESTER - Seorang wanita muda yang gendut, dipermalukan oleh teks. Dia pun sekarat dan dirawat di rumah sakit.

Jane Beaumont (24), sehat ketika dia gemuk. Namun, dipermalukan oleh pesan teks yang menyuruhnya untuk berhenti mengunggah foto-foto bikini, karena tidak sesuai tubuhnya yang gemuk.

Wanita yang berprofesi sebagai resepsionis dari Manchester itu, didiagnosis dengan penyakit Crohn, yang menyebabkan radang usus, pada usia 11 tahun.

Dia sadar, ukuran tubuhnya melar karena mengonsumsi steroid, yang menyebabkan peningkatan berat badan secara cepat. 

Dan setelah teks, yang dikirim dari nomor anonim, Jane mulai melewatkan obatnya untuk menurunkan berat badan. Konsekuensinya sangat berbahaya. 

Ususnya menjadi sangat rusak, dan setelah membangun kekebalan terhadap semua obat, dia diberitahu bahwa dia membutuhkan kantong ileostomy untuk mengangkat ususnya, dalam upaya untuk menyelamatkan hidupnya. 

Setelah operasi, berat badan Jane menurun drastis menjadi lima ponds, saat tubuhnya yang lemah berjuang untuk mengatasinya. Tetapi meskipun dia takut mati, Jane mulai bertambah berat badan dan sekarang sehat dan bebas dari rasa sakit. 

Loading...

Dia sekarang berbagi kisahnya, untuk membantu orang lain menyadari bahaya tidak minum obat dengan benar. "Saya sudah sadar berat badan saya, sebelum saya menerima pesan teks dengki itu. Saya telah berlibur seminggu sebelumnya dengan teman-teman saya, dan setelah merasa senang dengan diri saya sendiri, saya telah mengunggah beberapa foto bikini," ujarnya.

Pesan anonim kemudian muncul, memberi tahu dirinya gemuk dan harus berhenti mengunggah foto bikini. 

"Saya mencoba menolaknya, karena kami tidak tahu siapa yang mengirimnya. Itu dikirim dari web secara anonim," ujarnya.

“Tapi itu membuat saya lebih sadar akan penampilan saya, jadi saya mulai melewatkan obat yang saya tahu menyebabkan saya bertambah gemuk. Saya tidak menyadari, bahwa dengan melakukan ini tubuh saya menciptakan lebih banyak anti-bodi, sehingga setiap obat yang saya lakukan kemudian, mulai mengambil akan menjadi tidak efektif," ujarnya.

“Saya telah bertarung melawan Crohn sejak saya berumur 11 tahun, tetapi ketika saya berbalik 20 hal menjadi buruk. Berat badan saya berkurang dan hanya ada lebih dari tujuh batu sebelum dokter memperingatkan, bahwa usus saya bisa pecah," ungkapnya.

Berdasar itu, Jane kemudian kembali mengonsumsi obatnya dan kembali sehat.

Loading...
Loading...