Sabtu, 08 September 2018 12:04 WITA

Atlet Porda Parepare Dikarantina 12 September

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Abu Asyraf
Atlet Porda Parepare Dikarantina 12 September
Parman Farid

RAKYATKU.COM,PAREPARE - Sebanyak 165 atlet Parepare yang akan turun di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI Provinsi Sulsel 2018 di Pinrang dikukuhkan 12 September 2018.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe didaulat untuk mengukuhkan para atlet  Parepare yang mengikuti 22 cabang olahraga tersebut. Hal ini dipaparkan Ketua KONI Parepare, Parman Farid, Sabtu (8/9/2018).

"Dalam rapat semalam, kita sepakati, sesuai dengan hasil audiens kita dengan Pak Wali (Taufan Pawe)," terang dia.

Dalam rapat yang diikuti pengurus KONI, kata Parman, dibicarakan sejumlah hal-hal teknis mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, perlengkapan, pemondokan (homebase), keamanan, hingga segala kebutuhan atlet lainnya.

"Sudah ada time schedulle, tahapan demi tahapan yang harus dilakukan panitia dan kontingen Parepare menghadapi Porda," lanjut Parman.

Terpisah, Ketua Binpres KONI Parepare, Rahman Dj menambahkan tahapan itu antara lain, perizinan bagi atlet khususnya pelajar di sekolahnya melalui Pengcab masing-masing, pengambilan kostum seragam atlet, pengukuhan, karantina, pemberangkatan, hingga pemondokan di Pinrang.

Loading...

"Para atlet akan dikarantina mulai 21 September hingga 23 September di Hotel Delima Sari. Pada 23 September pagi baru diberangkatkan ke Pinrang, untuk mengikuti pembukaan sore harinya," kata dia.

Pemondokan atau homebase sudah disiapkan beberapa rumah di Pinrang, yang letaknya berdekatan. "Fasilitas pastinya jadi perhatian, terutama air bersih. Makanya homebase berdekatan agar memudahkan koordinasi dan komunikasi," lanjut Rahman Dj.

Soal kostum seragam atlet, kata dia, akan dibagikan kepada atlet pada Minggu (9/9/2018) di sekretariat KONI.

"Semua atlet diundang melalui Pengcab masing-masing. Semua harus hadir, tidak boleh diwakili. Kita tidak akan berikan kostumnya kalau diwakili. Kami ingin pastikan, kostum seragam hingga uang saku sampai di tangan atlet, tidak lagi pakai perantara,” tutup Rahman.

Loading...
Loading...