Jumat, 07 September 2018 20:19 WITA

Wali Kota Makassar: Proyek Gagal Tender Kita Alihkan

Penulis: Sutrisno Zulkifli - Arfa Ramlan
Editor: Mulyadi Abdillah
Wali Kota Makassar: Proyek Gagal Tender Kita Alihkan
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto saat membacakan Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018, Jumat (7/9/2018). Foto: Arfa Ramlan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Anggaran pembangunan infrastruktur di Kota Makassar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) mengalami penurunan sebesar 6,88 persen. 

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto dalam rapat paripurna Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018 di Ruang Rapat Paripurna, pada Jumat (7/9/2018). 

Dalam RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2018, anggaran DAK diproyeksikan berubah menjadi sebesar Rp 430, 81 Miliar lebih. Jika dibandingkan dengan target penerimaan dalam APBD Tahun 2018 yang ditetapkan sebesar Rp462, 62 miliar lebih, DAK mengalami penurunan sebesar Rp 31,81 Miliar lebih.

“Penurunan pendapatan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) ini disebabkan oleh rasionalisasi sisa tender,” jelas Danny, saat diwawancarai usai rapat paripurna.

Untuk beberapa proyek, lanjut Danny, tender tidak bisa berjalan maksimal, dikarenakan Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang tidak mau mengambil risiko lebih. 

"Nah ini saya kira karena kehati-hatian. Kita mengalihkan ke proyek-proyek yang cepat dilaksanakan dan langsung dirasakan oleh masyarakat dan menyerap jalan,” ungkapnya.

Makanya, pemkot berencana mengalihkan sejumlah proyek gagal tender, seperti pembangunan jalan, bakal dialihkan ke proyek yang bisa dijalankan. 

“Beberapa proyek yang tidak bisa dilaksanakan kemudian kita lebur menjadi proyek-proyek yang bisa dilaksanakan,” imbuhnya. 

Kendati demikian, Danny tetap optimisitis, seluruh rencana proyek bisa diselesaikan hingga akhir tahun.

"Bisa diselesaikan. Kayaknya Silpa ini bisa kosong, supaya lebih efektif. Karena saya sebenarnya memperbaiki kemarin waktu saya enam bulan cuti. Karena ada banyak agenda-agenda yang membuat program tidak bisa jalan. Lebih dipengaruhi karena adanya agenda politik," pungkas Danny.