Kamis, 06 September 2018 07:30 WITA

Haramkah Menggunakan Parfum yang Mengandung Alkohol?

Editor: Abu Asyraf
Haramkah Menggunakan Parfum yang Mengandung Alkohol?
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Ada anjuran untuk menggunakan harum-haruman saat hendak melaksanakan salat di masjid bagi laki-laki. Namun, bagaimana hukumnya dengan parfum yang mengandung alkohol?

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani pernah ditanya, bolehkah menggunakan parfum yang mengandung alkohol?

Beliau menjawab bahwa parfum beralkohol yang berbentuk minyak dengan kadar alkohol rendah bukanlah najis, tetapi bisa menjadi haram. Hukumnya menjadi haram jika kadar alkohol pada minyak wangi ini tinggi sehingga bisa memabukkan. 

Jika hukumnya menjadi haram, maka memproduksi dan memperjualbelikannya pun ikut haram, sebagaimana dalam hadits-hadits shahih.

Untuk parfum yang masuk kategori haram, tidak boleh dipakai dan diperjual-belikan. Secara umum terkena larangan berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, "Dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan". (QS. Al-Ma'idah: 2)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Allah melaknat sepuluh (orang) dalam perkara khamar; yang minum, yang menuangkan, yang minta dituangkan, yang membawa, yang minta dibawakan, penjualnya, pembelinya... dan seterusnya,"

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menasihatkan untuk menjauhi perdagangan minyak wangi beralkohol, terutama jika kadarnya mencapai 60 persen, 70 persen, dan seterusnya. Sebab besar kemungkinan akan berubah menjadi minuman yang memabukkan.

Di dalam syari’at terdapat kaidah yang disebut "saddu dzaraai" (menutup sarana-sarana yang menuju perbuatan haram). Dan pengharaman khamar walaupun dalam jumlah yang sedikit termasuk dalam kaidah tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Apa yang dalam jumlah banyak dapat memabukkan, maka sedikitnya pun haram". Ringkasnya, tidak boleh menjual minyak wangi yang kadar alkoholnya tinggi. (Dikutip dari kitab Majmu’at Fatawa Al-Madinah Al-Munawarah)

Berita Terkait