Rabu, 05 September 2018 15:36 WITA

Relokasi Pedagang Berpolemik, Kepala BPKP Sulsel Tinjau Pasar Sentral

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Relokasi Pedagang Berpolemik, Kepala BPKP Sulsel Tinjau Pasar Sentral

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Relokasi pedagang Pasar Sentral Makassar masih terus berlanjut. Menginjak hari ketiga, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan, Arman Sahri Harahap meninjau kondisi di lapangan.

Pria yang baru dilantik bulan lalu itu, mengaku ingin melihat langsung dan mempelajari persoalan terkait relokasi Pasar Sentral Makassar.

"Karena saya baru disini, jadi saya melihat dulu seperti apa (permasalahan di Pasar Sentral). Menyerap informasi dulu untuk sementara," kata Arman pada Rakyatku.com, Rabu (5/9/2018).

Informasi yang diperoleh dari peninjauan ini, lanjut Arman, akan digunakan sebagai bahan untuk mempelajari persoalan yang menjadi pemicu kisruh relokasi pedagang Pasar Sentral ke New Makassar Mall.

Ditemui di lokasi yang sama, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Naisyah T Azikin mengungkapkan, kunjungan Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Selatan hanya untuk melihat situasi terkini proses relokasi.

"Beliau hanya ingin melihat dan mempelajari kondisi Pasar Sentral. Belum kepada bantuan untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Karena beliau juga baru dilantik," ungkap Naisyah.

Loading...

Relokasi Pedagang Berpolemik, Kepala BPKP Sulsel Tinjau Pasar Sentral

Diketahui, sejumlah pedagang Pasar Sentral Makassar menolak direlokasi ke New Makassar Mall. Alasannya pun masih sama, yakni persoalan ketidakcocokan harga.

Para pedagang yang hingga kini masih berjualan di jalan-jalan sekitar New Makassar Mall, menginginkan agar harga lods di bangunan baru tersebut tidak lebih dari Rp 42.158.000 net per meter. Harga itu diklaim sesuai dengan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pihak pengembang New Makassar Mall, PT Melati Tunggal Inti Raya dan Pemerintah Kota Makassar menyatakan, harga Rp 42.158.000 itu merupakan harga indeks, belum termasuk bunga bank, asuransi, dan biaya administrasi lainnya.

Loading...
Loading...