Rabu, 05 September 2018 13:35 WITA

36 Putra Putri Asal Asmat, Disiapkan Jadi Tenaga Ahli Medis di Unhas

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
36 Putra Putri Asal Asmat, Disiapkan Jadi Tenaga Ahli Medis di Unhas
Putra putri asal Asmat yang akan dikuliahkan di Unhas, saat baru tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Mandai, Selasa (4/9/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Minimnya tenaga medis di wilayah Asmat, Papua, membuat Universitas Hasanuddin menggagas program khusus Diploma Tiga (D3) Vokasi Kesehatan Terpadu, untuk putra-purtri asal Kabupaten Asmat. 

Program ini, merupakan program pendidikan untuk mahasiswa baru. Diberikan khusus kepada putra-putri asal Asmat, untuk menjadi tenaga medis dalam menangani warga yang rentan penyakit. Sebanyak 36 mahasiswa baru yang dinyatakan lolos dalam program ini, telah tiba di Makassar, Selasa (4/9/2018).

Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof Budu mengatakan, program D3 Vokasi Kesehatan Terpadu ini, akan dikelola bersama tiga fakultas, yakni Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Sehingga lulusannya nanti, bisa melakoni fungsi dokter secara umum, keperawatan, gizi, sanitasi, imunisasi, dan kesehatan masyarakat secara umum. 

“Yang dibutuhkan di Kabupaten Asmat itu, adalah tenaga kesehatan yang mengetahui banyak hal, sekalipun tidak mendalam. Lulusan vokasi kesehatan inilah nantinya, yang akan jadi tulang punggung tenaga kesehatan di daerah terpencil di Asmat,” kata Prof Budu. 

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Kesehatan dan Alumni, Prof Arsunan Arsin. Ia mengakui, kondisi kesehatan di wilayah Asmat sangat memprihatinkan. Penyakit menular seperti campak, menurutnya, sangat akut. 

Untuk itu, pembukaan program D3 Kesehatan Terpadu ini, sangat relevan untuk mengatasi masalah kesehatan di Asmat. 

“Persoalan kesehatan, adalah masalah hak asasi, hak kita untuk mendapatkan kehidupan yang sehat. Maka, Unhas sebagai perguruan tinggi yang boleh dibilang mengayomi kawasan timur, bertanggung jawab atas kemaslahan dan derajat kesehatan di sekitarnya,” kata Prof Arsunan.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Asmat Bartholomeus Bokoropces, berharap pihak Unhas dapat betul-betul membimbing dan mendidik calon mahasiswa Asmat, untuk dipersiapkan sebagai tenaga kesehatan di daerahnya. 

“Anak-anak kami ini, merupakan perwakilan dari setiap distrik di Asmat. Artinya dalam bayangan kami ke depan, mereka akan kembali ke tempatnya. Kita tidak pinjam lagi tenaga dari luar," tutur Bartholomeus. 

"Orang luar itu biasanya tidak betah. Kalau dipersiapkan dari kampungnya sendiri, mereka pasti betah. Harapan inilah yang kami meminta pertolongan pada Unhas, untuk mendidik anak-anak kami,” pungkasnya.