Rabu, 05 September 2018 01:00 WITA

Hujan Meteor dan Komet Dipredeiksi Terjadi Bulan Ini

Editor: Fathul Khair Akmal
Hujan Meteor dan Komet Dipredeiksi Terjadi Bulan Ini
Ilustrasi ((Foto:Hindustan Times)

RAKYATKU.COM - Fenomena astronomi atau peristiwa yang terjadi di langit sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di seluruh dunia. Pasalnya, beberapa fenomena tersebut jarang sekali terjadi sehingga kehadirannya selalu dinanti-nantikan.

Namun pada bulan September 2018, terdapat beberapa fenomena langit yang menarik untuk diintip. Bahkan, di akhir bulan September, fenomena bulan purnama akan terjadi. Pasalnya, sinar bulan yang tampak bulat penuh dan terang tersebut jarang sekali terjadi.

Berikut ini 10 peristiwa langit di bulan September 2018 dikutip dari Grid.ID:

Di bulan yang memasuki awal musim penghujan ini, kita akan disambut dengan fenomena langit Fase Bulan Separuh Akhir.

1. Fase Bulan Separuh Akhir (3 September 2018).
Fenomena 'Fase Bulan Separuh Akhir' merupakan penampakan separuh bulan saat malam hari di tengah cuaca yang cerah. Hal tersebut disebabkan bagian setengah bulan lainnya tidak terkena sinar matahari sehingga tampak gelap.

Fenomena tersebut akan berlangsung pada hari Senin, tanggal 3 September 2018 pukul 23:43 WIB.

2. Oposisi Neptunus (8 September 2018).
Salah satu dari nama planet di tata surya tersebut sangat sulit dilihat meskipun menggunakan teleskop. Namun, pada tanggal 8 September 2018 nanti, kamu bisa lebih jelas melihat planet ke delapan dari matahari tersebut. 

Hal ini dikarenakan planet Neptunus tengah berada di titik oposisi terdekat dengan Bumi. Kamu bisa melihat lebih jelas planet Neptunus dengan teleskop pada pukul 01:13 WIB.

3. Hujan Meteor Piscid (9 September 2018).
Hujan meteor merupakan fenomena masuknya kerikil-kerikil antariksa yang ditinggalkan oleh komet. Pada tanggal 9 September 2018 nanti, kamu dapat melihat meteor jatuh dengan mata telanjang di tempat yang bebas dari polusi cahaya dan gelap gulita pada tengah malam.

Bahkan, diprediksi akan terjatuh sebanyak 10 meteor tiap jamnya. Namun jangan khawatir, peristiwa ini masih aman bagi Bumi karena berukuran sangat kecil.

4. Komet 21P di Perihelion (10 September 2018).
Komet disebut juga dengan bintang berekor. Komet biasanya memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips dan jarang bisa diamati secara langsung.

loading...

Namun, pada tanggal 10 September nanti, kamu bisa melihat kopet 21P/Giacobini-Zinner karena berada di perihelion (orbit terdekat dari bumi). Kamu bisa langsung menikmati bintang berekor tersebut pada pukul 03:00 dini hari.

5. Konjungsi Bulan dengan Jupiter (14 September 2018).
Tepat di pekan kedua bulan September, kamu bisa mengamati peristiwa kenampakan planet Jupiter dari bulan sabit muda (peristiwa konjungsi).

Planet Jupiter akan tampak seperti bintang kuning terang di dekat bulan. Kamu bisa menikmati peristiwa ini selama 3 jam 48 menit dari pukul 18:00 WIB.

6. Fase Bulan Separuh Awal (17 September 2018)
Fase separuh awal yang terjadi di pertengahan bulan September tersebut berlangsung pada pukul 06:16 WIB. Sayangnya, bulan baru akan terbit pada tengah hari sehingga tidak dapat dilihat secara langsung.

7. Konjungsi Bulan Saturnus (17 September 2018).
Fase bulan separuh awal, bulan akan dekat dengan planet bercincin, Saturnus. Kamu bisa mengamati kedua benda langit tersebut pada pukul 23:53 WIB di berbagai wilayah Indonesia.

Kamu bisa juga menyiapkan teleskop untuk melihat lebih jelas cincin planet Saturnus.

8. Konjungsi Bulan Mars (20 September 2018).
Kamu akan bisa melihat planet berwarna merah di langit pada tanggal 20 September 2018. Fenomena ini akan tampak seperti bintang berwarna terang kemerahan. Padahal, bintang tersebut merupakan sosok planet Mars.

9. Ekuinoks (23 September 2018).
Ekuinoks merupakan tanda langit sebagai permulaan musim gugur di belahan Bumi utara dan permulaan musim semi di belahan Bumi Selatan. Pada hari terjadinya ekuinoks, kamu akan mengalami lama siang dan malam hampir tepat 12 jam.

10. Bulan Purnama (25 September 2018).

Peristiwa langit terakhir yang terjadi di bulan September 2018 adalah bulan penuh atau purnama. Secara astronomi, bulan purnama terjadi pada pukul 09:54 WIB, sehingga bisa dilihat segera setelah matahari terbenam.

Tags
Loading...
Loading...