Senin, 03 September 2018 07:30 WITA

Heboh Pesta Pernikahan Dirusak Mantan, Ini Fakta Sebenarnya

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Heboh Pesta Pernikahan Dirusak Mantan, Ini Fakta Sebenarnya
Ist.

RAKYATKU.COM - Warganet dihebohkan dengan sebuah video kericuhan pesta pernikahan yang diduga diakibatkan oleh mantan dari salah seorang pengantin, di Dusun Durek, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Pada video tersebut, memperlihatkan kegaduhan yang terjadi di sebuah pesta pernikahan. Seorang laki-laki tanpa mengenakan kaos pun terlihat dalam video itu. Sementara di sekitarnya ada beberapa orang yang melempar kursi tamu.

Dalam postingannya sang pemilik akun Facebook bernama Eris Riswandi, sempat mengatakan pesta pernikahan tersebut diobrak-abrik 'sang mantan' yang datang dengan beberapa temannya yang preman. Namun video tersebut kemudian dihapus setelah viral.

Kepala Dusun Durek, Sukirno membenarkan peristiwa perkelahian yang terjadi di resepsi pernikahan Fachrudin Hamsyah dan Amira Adelia di rumah mempelai pria pada Kamis 30 Agustus 2018 pukul 22.30 WIB tersebut.

"Memang sempat ada kericuhan di pesta pernikahan itu. Tapi ceritanya tidak seperti yang diberitakan di media sosial. Bukan karena soal mantan mempelai," ungkap Sukirno.

Ia menambahkan kericuhan diawali saat salah satu tamu undangan terjatuh dari lokasi pesta pernikahan yang terletak di jalan setinggi tiga meter.

Sedangkan di jalan bawah terdapat pelataran rumah, yang tidak tampak karena ditutup kain sehingga salah satu tamu undangan terjatuh hingga masuk ke pelataran rumah.

"Karena dikira rata akhirnya dia terjatuh. Setelah terjatuh dia tertawa. Tapi setelah itu ternyata ada teman-temannya yang lempar botol. Akhirnya jadi ricuh," bebernya.

Saat kericuhan berlangsung, sang mempelai pria yang tampak terkejut, tiba-tiba kesurupan. Hal ini membuat suasana pesta pernikahan semakin gaduh dan ricuh.

"Karena kaget, mempelai lelakinya pingsan dan langsung kesurupan. Jadi tambah ramai. Apalagi dia pemain Bantengan, jadi dipegangi orang empat pun nggak kuat. Ini murni karena kesalahpahaman aja, bukan karena mantan," terangnya, dilansir Okezone, Senin (3/9/2018).

Sementara itu, Kapolsek Bumiaji, AKP Nyoto Gelar mengungkapkan peristiwa tersebut memang benar, namun pihak kepolisian tak menerima adanya laporan warga sehingga tidak bisa diproses.

"Tidak ada laporan ke kita. Ya syukur tidak ada yang terluka saja," ungkap AKP Nyoto Gelar.