Kamis, 21 April 2016 18:34 WITA

Sulsel Kekurangan Petugas Lapas, Rasio 1:100 dengan Napi

Editor: Jumardin Akas
Sulsel Kekurangan Petugas Lapas, Rasio 1:100 dengan Napi
ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kapasitas daya tampung Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang tidak sesuai menjadi salah satu kendala pengawasan tahanan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumhan) Sulsel, Sahabuddin Kilkoda mengatakan, saat ini Lapas dan Rutan di Sulsel sudah mencapai over kapasitas hingga tiga kali lipat.

"Lapas atau Rutan kita saat ini hampir seluruhnya sudah over kapasitas. Seperti yang di Lapas kelas 1, itu idealnya menampung 700 Napi, tapi saat ini isinya itu 1.700 orang. Bayangkan saja bagaimana penuhnya," ungkap Sahabuddin seusai menemui Gubernur Sulsel, di Kantor Gubernur, Kamis (21/4/2016).

Selain itu, Sahabuddin juga mengatakan, hal ini juga semakin parah, dengan tidak seimbangnya rasio antara petugas lapas dengan jumlah Narapidana yang ada.

"Petugas Lapas kita juga sudah sangat tidak sesuai. Saat ini rasio perbandingan petugas Lapas dan Napi itu sudah 1 banding 100, padahal yang idealnya itu maksimal 1 banding 10," paparnya.

Sahabuddin menjelaskan, total penghuni dari 28 Lapas dan Rutan yang ada di Sulsel saat ini jumlahnya hampir mencapai 7.000 orang Napi dengan kasus terbanyak yaitu kasus narkoba.

Pihaknya juga mengaku sudah melaporkan masalah kekurangan petugas ini kepada pihak pusat. Akan tetapi, hingga saat ini formasi untuk mengisi kekosongan itu belum ada.

Sahabuddin pun menawarkan pada PNS dari instansi lain, untuk pindah dan bergabung dengan Kanwil Kemenkumham sebagai penjaga tahanan dan narapidana.

"Jadi kita juga berharap ke Pemda kalau ada pegawai yang mau bergabung dengan kami, kami siap menerima. Dengan syarat usianya tidak terlalu tua," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengaku dalan waktu dekat berencana akan melakukan kunjungan ke Rutan dan Lapas untuk bisa melihat langsung kondisi Rutan dan Lapas yang ada.

"Aturkan waktu. Saya dan pejabat akan berkunjung ke sana. Kita makan bersama Napi," kata Syahrul.