Sabtu, 01 September 2018 11:25 WITA

Uang Panaik Rp56,5 Juta, Orang Tua Buka-bukaan Penyebab Nikah Dini Bantaeng

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Abu Asyraf
Uang Panaik Rp56,5 Juta, Orang Tua Buka-bukaan Penyebab Nikah Dini Bantaeng
Dua sejoli yang menikah dini di Bantaeng.

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Penikahan dini di Bantaeng antara mempelai laki-laki berinisial R (13) dan mempelai perempuan berinisial M (17) akhirnya terkuak. Mereka dinikahkan cepat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Ayah M, Podding mengaku, bahwa anak perempuannya tersebut sudah menjalin hubungan pacaran dengan R. 

"Masih ada hubungan keluarga karena istriku (ibu M) dengan mamanya R itu sepupu. Mereka sudah pacaran dan langsung datang melamar," ungkap Podding, Sabtu (1/9/2018).

Hal sama diungkapkan ayah R, Salaming. "Sejak satu tahun sudah pacaran. Jadi kami menghindari hal yang tidak diinginkan, sekaligus budaya siri' (malu)," ujarnya.

"Anak-anak juga sudah minta dinikahkan, jadi kami nikahkan," tambah Salaming.

Mengenai uang panaik, Salaming menyebut berupa uang tunai Rp56,5 juta.

Loading...

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDPPPA) Kabupaten Bantaeng pun menyatakan siap mendampingi pasangan tersebut. Terutama jika ingin kembali bersekolah.

"Kami sudah sampaikan ke keluarganya. Kami siap mendampingi anak tersebut. Apakah anak itu mau kembali bersekolah seperti biasa atau mau ambil (ujian) paket, kami siap fasilitasi. Jika pasangan itu mau penundaan kehamilan, Dinas Kesehatan dan Dinas KB pun siap fasilitasi," ujar Kabid PPPA Dinas PMDPPPA Bantaeng, Syamsuniar Malik.

Diketahui, R dan M telah melangsungkan akad nikah di kediaman mempelai wanita di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Kamis malam (30/8/2018).

Pernikahan pasangan ini pun dilakukan langsung oleh pihak keluarga. Tanpa melakukan pencatatan di Kantor Urusan Agama (KUA).

R merupakan warga Lannying, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Sementara pasangannya, M warga Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Mirisnya, laki-laki baru saja tamat Sekolah Dasar (SD), sementara perempuannya baru duduk di kelas 2 SMK.

Loading...
Loading...