Sabtu, 01 September 2018 08:43 WITA

Eni Saragih: Suap PLTU Riau-1 Mengalir ke Munaslub Golkar

Editor: Aswad Syam
Eni Saragih: Suap PLTU Riau-1 Mengalir ke Munaslub Golkar
Idrus Marham (tengah), bersama Nurdin Halid dan Abdillah Natsir pada sebuah acara di Partai Golkar Sulsel.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mengendus aliran dana suap proyek PLTU Riau-1.

Komisi antirasuah itu menemukan, sebagian dana itu, mengalir ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar tahun 2017. Eni Maulani Saragih yang menjadi tersangka dalam kasus itu, tidak menampik itu.

"Iya itu yang penerimaan pertama itu yang di Desember, itu yang menurut Bu Eni dipakai ... dipergunakan, uang yang dipergunakan itu nanti Bu Eni jelaskanlah," ucap pengacara Eni, Robinson, seperti dilansir detik, Sabtu (1/9/2018).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, sebagian uang yang diterima Eni digunakan untuk Munaslub Golkar. Perihal Eni menerima suap itu, disebut Alexander diketahui pula oleh Idrus Marham yang saat itu menjabat sebagai Sekjen Golkar.

"IM (Idrus Marham) mengetahui, Eni itu menerima uang dan sebagian dari uang itu digunakan untuk Munaslub Golkar, pada saat itu IM sebagai Sekjen Golkar," ujar Alexander.

Pada saat pengumuman tersangka Idrus, KPK memaparkan adanya 2 kali penerimaan uang oleh Eni. Penerimaan pertama pada November-Desember 2017 sebesar Rp4 miliar, kemudian pada Maret dan Juni 2018 ada lagi penerimaan sebesar Rp2,25 miliar.

Uang itu disebut berasal dari pengusaha Johannes B Kotjo, selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, yang masuk konsorsium proyek PLTU Riau-1. Kotjo saat ini juga telah berstatus tersangka perkara itu.

"Ada komunikasi antara si Eni dengan IM dan didukung juga dengan keterangan keterangan dari Johannes Kotjo. Intinya apa, si Eni itu ketika menerima uang dia selalu lapor ke IM untuk disampaikan," ucap Alexander.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Eni mengaku sebagai petugas partai yang diperintah mengawal proyek PLTU Riau-1. Namun Eni tidak menyebutkan siapa yang memerintahnya.

Terkait hal tersebut, Golkar menepisnya. Golkar juga menyatakan siap diaudit terkait tudingan itu.

"Pastilah kalau itu (siap diaudit), orang mengecek apakah ada atau tidaknya. Namanya munaslub itu sumber anggaran pasti. Kita berdasarkan AD/ART, yang mengatur itu, ya dari iuran anggota itu. Mana kala ada oknum yang bermain, itu kita mau ngecek apakah ada oknum itu," sanggah Sekjen Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus.