Jumat, 31 Agustus 2018 20:07 WITA

Empat Bulan Lalu, Keluarga Janji Tak Langsungkan Pernikahan Dini

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Aswad Syam
Empat Bulan Lalu, Keluarga Janji Tak Langsungkan Pernikahan Dini
R dan M didampingi kerabat saat resepsi pernikahan di Bantaeng.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Ternyata pasangan pernikahan dini di Bantaeng, sudah dilakukan pendampingan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDPPPA) Kabupaten Bantaeng, sejak beberapa bulan lalu.

Bahkan pihak keluarga dari mempelai laki-laki berinisial R (13) dan mempelai perempuan berinisial M (17) pun sepakat menunda pernikahannya.

Namun ternyata, 'diam-diam' pihak keluarganya telah melangsungkan akad nikah. Itu digelar di kediaman mempelai wanita di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/8/2018) malam.

Pernikahan pasangan ini dilakukan pihak keluarga, tanpa melibatkan pencatatan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Kepada Rakyatku.com, Kabid PPPA Dinas PMDPPPA Bantaeng, Syamsuniar Malik menyayangkan pernikahan anak di Ulu Ere. "Usianya belum cukup sesuai Undang-undang," ujarnya, Jumat (31/8/2018).

"Sejak 4 bulan lalu, kita sudah dapat kabar (rencana pernikahan R dan M). Sudah dilakukan pendampingan, kita ke rumah pihak laki-laki dan perempuan. Kita sampaikan, jika anak ibu ini belum layak menikah, seharusnya sekolah dulu. Dan dinikahkan sampai batas umur sesuai undang-undang," bebernya.

Bahkan pihaknya pun telah 2 kali mengunjungi pihak keluarga perempuan dan laki-laki, menjelaskan agar pernikahan bisa ditunda.

Loading...

"Kita sampaikan, baiknya sekolah dulu sampai tamat. Dan waktu itu pihak keluarga pun berjanji menunda pernikahan," ujarnya.

Namun betapa terkejutnya Syamsuniar, begitu mendapat kabar pernikahan pasangan R dan M.

"Saat itu keluarganya janji untuk menunda pernikahan, kita tenang. Tapi tadi pagi, kita dikagetkan berita (pernikahan dini). Setelah ditelusuri, ternyata, ini (pasangan) yang pernah kita dampingi," pungkasnya.

Syamsuniar Malik kembali menuturkan, sejauh ini pihaknya intens melakukan sosialisasi ke masyarakat. Menekankan agar anak mendapat haknya dalam hal pendidikan dan kesehatan pada khususnya, bukan dengan cepat-cepat menikah.

Diketahui, R merupakan warga Lannying, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Sementara pasangannya, M warga Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Mirisnya, laki-laki baru saja tamat Sekolah Dasar (SD), sementara perempuannya baru duduk di kelas 2 SMK.

Loading...
Loading...