Jumat, 31 Agustus 2018 13:28 WITA

Jual Mahal dalam Kasus Mahar Rp1 Triliun, Andi Arief Sebut Bawaslu Bergaya Mandor

Editor: Abu Asyraf
Jual Mahal dalam Kasus Mahar Rp1 Triliun, Andi Arief Sebut Bawaslu Bergaya Mandor
Andi Arief

RAKYATKU.COM - Bawaslu RI sudah mengambil keputusan terkait dugaan mahar Rp1 triliun yang melibatkan bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno. Keputusan diambil sebelum meminta keterangan politikus Partai Demokrat, Andi Arief.

Bawaslu tidak berhasil meminta keterangan Andi Arief, orang yang pertama kali memunculkan isu mahar masing-masing Rp500 juta kepada PAN dan PKS. Wakil sekretaris jenderal Partai Demokrat itu mangkir dari panggilan Bawaslu.

Andi Arief sempat menawarkan kepada Bawaslu agar datang ke Lampung, kampung halamannya, jika ingin meminta keterangan. Namun, tawaran itu tidak bisa dipenuhi Bawaslu.

"Pagi ini saya sampai di Jakarta. Komentar saya, Bawaslu pemalas dan nggak serius," kata Andi Arief terkait putusan yang disampaikan Ketua Bawaslu RI, Abhan, Jumat (31/8/2018).

Menurut Andi Arief, kalau Bawaslu serius dan tidak pemalas, harusnya mengutus anggotanya dua atau tiga orang ke Lampung.

loading...

"Kalau jadi komisioner cuma duduk di belakang meja, itu sih bukan pengawas namanya, tetapi mirip mandor zaman Belanda. Untuk apa Bawaslu dibiayai mahal oleh negara kalau soal jarak saja gak bisa mereka pecahkan. Jakarta-Lampung kan hanya urusan satu jam via pesawat," kata Andi Arief.

Meski demikian, dia mengaku menghormati sikap Bawaslu yang menutup kasus mahar ini tersebut.

"Kita hormati. Catatan saya, kalau hanya ingin menjadikan kasus ini jalan dengan keterangan saya, harusnya dengan ke Lampung komisioner bisa mendapatkannya seperti yang sudah saya tawarkan," kata dia.


 

Loading...
Loading...