Jumat, 31 Agustus 2018 11:00 WITA

KPU Sulsel Coret 64 Ribu Pemilih dari DPT, Ini Penyebabnya

Penulis: Rizal
Editor: Abu Asyraf
KPU Sulsel Coret 64 Ribu Pemilih dari DPT, Ini Penyebabnya
Ketua KPU Sulsel Misna M Attas

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan resmi menetapkan 5.972.161 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 untuk tingkat Provinsi Sulsel, Kamis malam (30/8/2018).

Angka ini berkurang dari jumlah total rekapitulasi DPT kabupaten/kota yang sebelumnya telah ditetapkan oleh KPU 24 kabupaten/kota di Sulsel yang mencapai 6.036.188 pemilih.

Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas menjelaskan bahwa dalam rapat pleno penetapan DPT tingkat provinsi ditemukan sekitar 64 ribu lebih pemilih yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.

"Catatan KPU Provinsi Sulsel itu ada 64 ribu lebih itu mesti kita keluarkan dulu lalu akan dikoordinasikan dengan Disdukcapil. Nanti setelah ada KTP elektroniknya atau Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil baru kita masukkan lagi dalam daftar pemilih berikutnya," jelas Misna.

Mantan ketua KPU Makassar ini menambahkan, para pemilih di Sulsel selama ini memang belum sepenuhnya berbasis pada KTP elektronik. Termasuk DPT pada Pilgub Sulsel 2018.

"Kalau Sulsel belum 100 persen data pemilihnya itu berbasis e-KTP. Tapi kita masih menggunakan DPT Pilgub yang lalu (sebagai acuan DPT Pemilu 2019) dan masih mengambil dari gabungan Pilkada 2018 dan data pemilihan presiden, sehingga itu juga yang menjadi penyebab sehingga masih banyak yang belum bisa dimasukkan saat ini (sebagai DPT) karena belum melakukan perekaman e-KTP," jelas dia.

Misna menjelaskan bahwa dari total 64 ribu lebih pemilih yang harus dikeluarkan dan diproses ulang tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di Sulsel.

"Kurang lebih 10 kabupaten/kota harus merevisi daftar pemilih tetapnya dari yang telah ditetapkan di kabupaten/kota. Di antaranya Sidrap, Wajo, Luwu, Luwu Timur, Palopo, Luwu Utara juga," tutupnya.