Rabu, 29 Agustus 2018 18:38 WITA

IUCN Puji Restorasi Terumbu Karang PT Mars

Editor: Mulyadi Abdillah
IUCN Puji Restorasi Terumbu Karang PT Mars
PT Mars bersama International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dan G Allen Philanthropies menyelenggarakan Coral Reef Restoration Workshop di Bali.

RAKYATKU.COM - PT Mars bersama International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dan G Allen Philanthropies menyelenggarakan Coral Reef Restoration Workshop di Bali, pada 17-19 Agustus 2018.

Workshop ini menghadirkan koalisi multi-disiplin terdiri dari ilmuwan, LSM, praktisi restorasi karang, pemerintah dan sektor bisnis. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi standar berbasis pembuktian (evidence-based) yang menjanjikan untuk mengukur upaya restorasi karang secara global.

Pentingnya mengubah pandangan dan perspektif profesional adalah tema umum di balik solusi-solusi teknis berbiaya rendah yang prospektif adalah bahasan pada workshop ini.

“Industri investasi dan asuransi menyuarakan perihal standar berbasis pembuktian ini untuk memungkinkan restorasi terumbu karang,” kata Carl Gustaf Lundin dari IUCN dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Menurutnya, solusi sederhana ini bertujuan untuk membangun kembali ekosistem terumbu karang secara menyeluruh. Sistem restorasi terumbu karang yang dikembangkan oleh Mars, Inc. -membangun kerangka "coral spider"-, menawarkan cara yang unik untuk menyediakan stabilitas struktural yang memungkinkan seluruh ekosistem terumbu, baik itu karang, hewan invertebrata dan ikan, dapat kembali. 

"Kehidupan yang kedengarannya sangat menarik. Semakin banyak lembaga penelitian ilmiah memberi kesan sebagai proksi untuk kesehatan terumbu karang yang merupakan hasil yang mudah diukur,” tambah Carl.

IUCN Puji Restorasi Terumbu Karang PT Mars

“Restorasi terumbu karang adalah kolaborasi baru yang menarik untuk manusia dan ribuan spesies laut. Untuk memaksimalkan kesuksesan tersebut, kami membayangkan menjadi karang, ikan kakaktua, dan udang, untuk memahami terumbu karang dari sudut pandang dan kebutuhan mereka. Untuk membangun kembali terumbu karang, kita perlu bergerak melampaui pertumbuhan dan penanaman karang untuk kebutuhan kita - melihat ke bawah suasana laut- dan mulai berpikir seperti ikan dan mencari kehidupan,” kata Profesor Steve Simpson dari Universitas Exeter, salah seorang peserta workshop.

"Paul Allen percaya bahwa penyelamatan terumbu karang dari adanya perubahan iklim adalah tantangan kritis yang dihadapi dunia dan upaya perbaikan restorasi terumbu karang akan menjadi hal yang vital," kata James Deutsch dari Vulcan Inc.

Loading...

"Workshop ini memajukan ilmu pengetahuan dan ekonomi restorasi terumbu karang, menunjukkan bahwa perbaikan terumbu karang sangat mungkin dilakukan jika kita menggabungkan beragam disiplin keilmuan,” tambahnya.

Workshop dibuka oleh Dr. Ir. Safri Burhanuddin dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Republik Indonesia, yang memimpin tim perwakilan yang terdiri atas ilmuwan dan pejabat pemerintah Indonesia.

Frank Mars dari Mars, Inc. berkata, “Tantangan besar Indonesia untuk mewujudkan terumbu karang yang sehat dapat menjadi daya tarik utama untuk meningkatkan industri pariwisata Indonesia yang bisa memberikan inspirasi. Saya yakin bahwa jika kita menggabungkan semua orang yang tepat dari seluruh dunia dan bekerja secara kolaboratif, kita dapat bangkit dan menghadapi tantangan spesifik ini untuk Indonesia, dan mungkin untuk seluruh terumbu karang di dunia.”

Setelah workshop tersebut, sebagian peserta melanjutkan perjalanan ke Pangkep, Sulawesi Selatan untuk menyelam dan meninjau sistem restorasi terumbu karang yang dilakukan oleh Mars, 21-22 Agustus 2018.

Lebih lanjut Mr. Mars berkata, “Dengan dukungan pemerintah Indonesia, Mars telah aktif bekerja sejak 2011 untuk mengembangkan sistem yang terukur, dimana siapa pun yang dilatih dengan baik dapat digunakan untuk memulihkan daerah terumbu karang yang rusak di sebagian besar wilayah terumbu karang di seluruh dunia.”

Umpan balik dari tinjauan peserta workshop setelah penyelaman di luasan tiga hektar terumbu karang yang direstorasi di Pangkep banyak diulas oleh Profesor David Smith dari Universitas Essex dan oleh mereka yang bekerja secara luas di Indonesia.

"Wow! Selama tiga puluh tahun saya menyelam, saya tidak ingat kapan terakhir kali saya melihat tingkat penutupan karang seperti ini. Dengan melihat tutupan karang seperti itu benar-benar memperbaiki kembali baseline ekologis. Banyak di antara kita mungkin harus mengubah pandangan kita tentang apa yang kita anggap sebagai terumbu karang yang berkualitas tinggi. Saya menjadi terinspirasi dan memiliki harapan baru untuk terumbu karang di seluruh dunia.”

Kegiatan ini dimaksudkan agar hasil dari lokakarya akan dikumpulkan dan dipublikasikan di masa depan, serta termasuk dalam pembahasan yang akan diadakan selama Our Oceans Conference yang akan dilaksanakan di Bali pada akhir Oktober 2018.

Loading...
Loading...