Minggu, 26 Agustus 2018 14:02 WITA

Dokter Pangkep: Sebelum Divaksin, Anak Harus Melalui Screening 

Penulis: Saiful Mujib
Editor: Eka Nugraha
Dokter Pangkep: Sebelum Divaksin, Anak Harus Melalui Screening 
Diskes Pangkep memberikan keterangan kepada wartawan terkait meninggalnya Rifki usai mendapatkan vaksin MR, Sabtu (25/08/2018)

RAKYATKU.COM, PANGKEP --- Dokter spesialis anak RSUD Pangkep, Erlin Djamaluddin menyebut setiap anak yang akan mendapat vaksi MR harus melalui proses screening. Proses ini untuk menentukan apakah anak itu dalam kondisi yang sehat sebelum di vaksi. 

Dia mengatakan, jika kondisi anak dalam keadaan tidak sehat, maka pemberian vaksin akan ditunda. Begitupun sebaliknya, jika kondisinya sehat, maka setiap anak baru bisa mendapatkan vaksin itu. 

"Setiap anak sebelum diimunisasi kita screening. Lain kalau orang tuanya menyembunyikan, tidak mau. Bagi anak yang sehat reaksinya akan baik, kalau anak sakit (diberi vaksin) reaksinya akan tidak baik," ujar Erlin.

Senada dengan Erlin, Kepala Seksi Imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Muhammad Annas mengakui, imunisasi vaksin hanya diberikan kepada anak yang sehat. Inilah alasan kenapa dokter tetap memberikan vaksin terhadap Rifki. 

Loading...

"Kalau dia demam atau yang lain kita tunda. Secara fisik, karena anak ini sekolah kesimpulannya dia sehat," jelas dia. 

Sebelumnya, Rifki dilaporkan meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan usai disuntik vaksin MR. Keluarga yakin Rifki meninggal karena suntik vaksin itu. Meskipun demukian, pihak RSUD dan Dinas Kesehatan Pangkep membantah jika Rifki meninggal karena vaksin MR. Dia menyebut, Rifki didiagnosa penyakit autoimun, Pemfigus Vulgaris.

Loading...
Loading...