Kamis, 23 Agustus 2018 14:51 WITA

Zulkifli Hasan Sanggah Sri Mulyani: Kenapa Sekarang Salahkan Periode SBY?

Editor: Mulyadi Abdillah
Zulkifli Hasan Sanggah Sri Mulyani: Kenapa Sekarang Salahkan Periode SBY?
Sumber Foto: Twitter Zulkifli Hasan

RAKYATKU.COM - Ketua MPR, Zulkfili Hasan menjawab pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut pidatonya saat Sidang Tahunan MPR politis dan menyesatkan. 

Ditegaskan, sumber data yang disampaikan di Sidang Tahunan juga berdasarkan Nota Keuangan 2018. Dalam dokumen Nota Keuangan tersebut, dirinya tidak melihat ada Pembayaran Pokok Utang sebesar Rp 396 Triliun.

"Dalam Nota Keuangan 2018 hanya ada pos Pembayaran Bunga Hutang sebesar Rp 238 T & Pembiayaan Utang sebesar Rp 399 T. Tidak ada keterangan mengenai Pembayaran Pokok Hutang sebesar Rp 396 T seperti disampaikan Ibu Sri Mulyani," kicau @Zul_Hasan melalui akun Twitternya, Kamis (25/8/2018). 

Politikus PAN ini menguraikan, bila data Sri Mulyani benar sebesar Rp 396 T, maka bila ditambah pembayaran Bunga Utang Rp 238 T jumlahnya menjadi Rp 634 T.

"Rp 634 T adalah Total Beban Utang yang sebenarnya. Karena tak mungkin bayar utang hanya pokoknya, tapi pasti juga membayar bunganya," cuitnya lagi. 

Ia pun membandingkan Total Beban Utang Rp 634 T dengan Anggaran Kesehatan Rp 111 T dan Anggaran Dana Desa Rp 60 T.

"Artinya anggaran untuk membayar utang 6 kali lipat lebih besar dari anggaran kesehatan. Anggaran membayar utang juga 10 kali lipat lebih besar dari Dana Desa," urai @ZUL_Hasan.

loading...

Zulhas juga mengungkit pernyataan Sri Mulyani bahwa utang adalah warisan masa lalu, khususnya periode Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sri Mulyani kala itu juga menjabar Menteri Keuangan.

"Saat itu saya sebagai Menteri Kehutanan jelas tak bisa mengambil kebijakan tentang hutang. Tapi Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan jelas punya kewenangan memutuskan berapa banyak kita berhutang & berapa bunganya. Kenapa sekarang salahkan periode sebelumnya?," tanya @ZUL_Hasan. 

Di akhir kicauannya, sudah menjadi kewajiban konstitusional bagi Zulhas sebagai Ketua MPR untuk mengingatkan pemerintah & memastikan anggaran negara digunakan sebesar besarnya untuk rakyat.

"Perlu dicatat bahwa dalam Sidang Tahunan 16 Agustus lalu selain mengingatkan pemerintah, saya juga sampaikan apresiasi pada Presiden Jokowi & Wapres JK yang saya dukung atas capaian - capaiannya. Kritik & Apresiasi adalah sesuatu yang biasa dalam demokrasi," tulis @ZUL_Hasan.

Uraian Zulhas pun ditutup dengan meminjam kutipan Yudi Latif.

“Kepemimpinan Politik harus mampu mengarahkan energi nasional untuk memenangi masa depan, bukan untuk terus-terusan mengutuk masa lalu. Semoga kutipan dari tulisan saudara Yudi Latif di atas bisa menjadi refleksi bagi kita semua," demikian @ZUL_Hasan.

Loading...
Loading...