Kamis, 23 Agustus 2018 14:16 WITA

Jadi Korban Ujaran Kebencian, Bupati Takalar Melapor ke Polisi

Penulis: Zul Lallo
Editor: Mulyadi Abdillah
Jadi Korban Ujaran Kebencian, Bupati Takalar Melapor ke Polisi
Bupati Takalar, Syamsari Kitta saat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Takalar, Kamis (23/8/2018) pagi.

RAKYATKU.COM, TAKALAR - Bupati Takalar, Syamsari Kitta mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Takalar, Kamis (23/8/2018) pagi.

Syamsari yang datang bersama seorang pengacaranya, Muhammad Hamka melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh sekelompok orang.

"Kami melaporkan sekelompok orang yang diduka telah melakukan pencemaran nama baik, penghinaan dan penistaan terhadap pribadi Syamsari Kitta maupun jabatannya sebagai Bupati Takalar," kata Muhammad Hamka kepada wartawan. 

Hamka menjelaskan, mereka sebagai terlapor masing-masing Sudirman Danker, Rosnawati, Basri dan Haris Yaya. Mereka dilapor dengan UU ITE Pasal 45 ayat 3, dan pasal 207 KUHP.

"Ada kalimat ‘turunkan koruptor’, ‘senyum menipu rakyat’ dan beberapa kalimat lainnya dalam spanduk maupun poster yang mereka gunakan saat menggelar aksi demo beberapa hari yang lalu," jelas Hamka.

Diketahui, aksi Solidaritas 138 yang dilakukan pada 14 Agustus 2018 lalu dilakukan oleh sekelompok orang dengan sejumlah tuntutan dan poster dengan tulisan "turunkan koruptor" menggunakan foto Bupati Takalar serta kalimat "Senyum Menipu Rakyat".

Hingga saat ini, Syamsari masih dimintai keterangan terkait laporannya di ruang Iidik III dan diterima langsung oleh Kanit lidik III Satreskrim Polres Takalar, Ipda Noviarif Kurniawan.

Loading...