Kamis, 23 Agustus 2018 14:25 WITA

Sewa Helikopter Ditolak, NA Butuh Tim Pelobi di Legislatif

Penulis: Fathul Khair
Editor: Eka Nugraha
Sewa Helikopter Ditolak, NA Butuh Tim Pelobi di Legislatif

RAKYATKU.COM, MAKASSAR --- Ditolaknya usulan sewa helikopter yang diajukan Gubernur terpilih, Nurdin Abdullah membuktikan jika pasangan ini gagal melakukan lobi di legisaltif. Pasangan Gubernur Sulsel terpilih, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman harus segera membentuk tim pelobi di legisaltif. 

Pakar sosiologi politik dari Unhas, Dr Sawedi Muhammad menjelaskan, tidak diloloskannya usulan sewa helikopter tersebut, bukan persoalan kalah dan menang di parlemen. "Tapi gubernur baru ini dan DPRD masih mencari bentuk relasi yang saling memahami dan memaklumi. Prioritas gubernur yang menjadikan mobilitas lintas wilayah sebagai prioritas, belum ketemu dengan kepentingan politis DPRD," jelasnya.

Dia menilai, Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman punya alasan yang tepat untuk mengajukan sewa helikopter. Hanya saja, rasionalisasi sewa helikopter itu gagal dilakukan di parlemen. Oleh karenanya, dia menyarankan untuk segera membentuk tim pelobi yang handal. Hal itu dibutuhkan agar kejadian ini tidak terulang lagi.  

"Ini hanya persoalan meyakinkan saja saya kira. Dan sebagai mitra baru, keduanya masih saling mempelajari ritme masing-masing," ujarnya.

Pakar pemerintahan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Andi Lukman Irwan berharap agar publik tidak melihat penolakan DPRD ini sebagai persoalan kalah atau menang dari sisi negosiasi anggaran. 

Loading...

"Tapi saya kira ini murni pada aspek efisiensi anggaran dalam postur APBD provinsi yang untuk konteka APBD kita tahun ini masih mengalami kondisi defisit anggaran Karena kita maklumi tahun ini tahun politik (pilkada serentak) yang telah menyedot anggaran besar dari APBD kita," kata Andi Lukman.

Namun demikian ditegaskan Andi Lukman, hal ini menjadi peringatan juga sesungguhnya bagi pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih, bahwa perlu menjalin komunikasi secara intensif dengan parpol-parpol pemilik kursi di DPRD Sulsel. Hal itu menurutnya untuk memudahkan, menjalankan kebijakan dan program yang akan datang.

"Karena program dan kebijakan tersebut untuk memuluskan dari sisi anggaran, butuh dukungan politik dari DPRD Sulsel. Sementara parpol pendukung pasangan terpilih ini bukan mayoritas di DPRD Sulsel," pungkasnya.

Loading...
Loading...