Selasa, 21 Agustus 2018 00:04 WITA

Bupati Luwu Timur Mediasi Konflik Dua Kelompok Pemuda di Burau

Editor: Fathul Khair Akmal
Bupati Luwu Timur Mediasi Konflik Dua Kelompok Pemuda di Burau

RAKYATKU.COM, LUTIM - Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler melakukan mediasi terhadap dua kelompok pemuda dari Desa Kalatiri dan Desa Lumbewe Kecamatan Burau, yang terlibat bentrok pada Sabtu 11 Agustus 2018 malam. Bentrokan itu mengakibatkan satu korban terluka dari pemuda Kalatiri.

Mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrok susulan, pemerintah dan aparat keamanan bergerak melakukan mediasi. Proses mediasi ini berlangsung terpisah yang diawali di Desa Kalatiri, kemudian berlanjut ke Desa Lumbewe, Senin (20/08/2018).

Dalam pertemuan mediasi itu, Bupati didampingi Asisten Pemerintahan, Dohri As'ari, Kasatpol PP dan Damkar, Indra Fawsy, Camat Burau Sukri, dan Kabag Ops Polres Luwu Timur Rifai dan Kades Kalatiri Opi Singkalong dan Kades Lumbewe HM Bintang Aras.

Mewakili Pemuda Kalatiri, Abdul Rahman dalam kesempatan itu meminta agar pelaku yang telah melukai korban bisa segera ditangkap dan diproses hukum yang berlaku. Ia juga meminta agar warga memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Kalau pelakunya sudah tertangkap dan diproses secara hukum, kami anggap sudah selesai pak masalahnya. Itu saja yang kami harapkan, yang penting pelaku ditangkap," katanya.

Mewakili Warga Lumbewe, Nahris mengatakan, sangat mendukung langkah aparat keamanan untuk menangkap pelaku. Ia juga meminta agar semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini untuk ditangani aparat kepolisian.

HM Thorig Husler meminta agar warga tetap beraktivitas seperti biasanya. Menurutnya, kasus pertikaian yang terjadi ini sudah ditangani pihak yang berwenang, dan pelaku yang telah melukai korban akan ditangkap aparat yang berwenang dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Jangan mudah terpancing isu provokasi yang menyesatkan, percayakan Pemerintah dan aparat keamanan untuk menangani persoalan ini. Jangan ada pergerakan yang dapat memancing persoalan lebih besar lagi," kata Husler.

Pemerintah dan Kepolisian, kata Husler, telah bekerja dengan maksimal untuk segera menangkap pelaku. Oleh karena itu, ia meminta agar warga tetap tenang dan tidak terpancing. Pasalnya kondisi yang seperti ini sangat rentan di provokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah.

"Mari kita jaga kebersamaan ini. Sekali lagi saya tekankan, Jangan ada pergerakan, mohon percayakan sepenuhnya kepada Pemerintah dan aparat keamanan untuk menyelesaikan persoalan ini," tutup Husler.