Senin, 20 Agustus 2018 16:54 WITA

Wali Kota Risma Cuek Tanggapi Kenaikan Gaji PNS, Masih Teringat THR?

Editor: Abu Asyraf
Wali Kota Risma Cuek Tanggapi Kenaikan Gaji PNS, Masih Teringat THR?
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini

RAKYATKU.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkesan cuek menanggapi rencana kenaikan gaji PNS awal tahun 2019. Mungkinkah trauma dengan kasus tunjangan hari raya (THR) PNS tahun 2018?

Kepada wartawan usai serah terima bantuan 15 mesin jahit di Kelompok Usaha Bersama Mampu Jaya eks lokalisasi Dolly di Wisma Barbara, Senin (20/8/2018), Risma hanya berkomentar singkat soal rencana pemerintah tersebut.

"Ya bagus lah kalau naik," kata wali kota Surabaya dua periode tersebut. 

"Tidak ada masalah, kalau naik lima persen berarti nanti gaji pokoknya naik lima persen, gitu saja," lanjut Risma. 

Meski baru sebatas wacana, dia mengaku telah meminta stafnya melakukan penghitungan tambahan anggaran untuk kenaikan gaji PNS. "Sudah tak suruh hitung dulu. Kan masih rencana, tetapi sudah saya suruh hitung (tim anggaran)," katanya.

Sebelumnya, Risma termasuk salah satu wali kota yang pusing dengan kebijakan pemerintah mengalokasikan THR dan gaji ke-13 bagi PNS tahun ini. Setelah digembar gemborkan, ternyata pemerintah pusat tidak punya anggaran. Pemerintah daerah sempat dibuat kelimpungan menggeser anggaran.

Rencana kenaikan gaji PNS sebesar lima persen pada awal 2019 diungkapkan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani. Menurutnya, kenaikan gaji tersebut akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).‎ 

"Tentunya nanti ada PP-nya," ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (17/8/2018), pekan lalu.

Dia mengungkapkan, meski penerbitan payung hukumnya diperkirakan terlambat, namun gaji kenaikan gaji tersebut tetap akan berlaku sejak awal tahun.

‎"Tapi itu berlaku sejak januari 2019. Tapi bisa saja regulasinya akan sambil jalan. Kalau pun telat 1 bulan 2 bulan, tapi kenaikan perhitungannya berlaku sejak Januari. Mudah-mudahan," ungkap dia.

Menurut Askolani, selama beberapa tahun terakhir, PNS memang tidak mendapatkan kenaikan gaji dan diganti dengan kenaikan tunjangan kinerja (Tukin).

Oleh sebab itu, pada tahun depan pemerintah menaikkan gaji para abdi negara tersebut. "Artinya rata-rata 5 persen. Jadi itu untuk antisipasi kan selama ini kan gaji pokok enggak naik, beberapa tahun itu kita naikkan. Selama ini kan naik tukin-nya," tandas dia.