Minggu, 19 Agustus 2018 18:46 WITA

Fakta Baru Ramma dan Ilho, Pelaku Pembakaran Rumah di Tinumbu

Editor: Nur Hidayat Said
Fakta Baru Ramma dan Ilho, Pelaku Pembakaran Rumah di Tinumbu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Satu pelaku pembakaran rumah di Jalan Tinumbu lorong 166 B, Kecamatan Tallo Makassar, yang menewaskan Fahri bersama lima orang keluarganya telah diamankan polisi, beberapa waktu lalu. Dia adalah Sulkifli Amir alias Ramma (21).

Saat rilis penangkapannya, Ramma mengakui ia bersama Ilho sudah dua kali datang ke rumah H Sanusi (kakek Fahri yang turut tewas saat kebakaran). Pertama kali mereka datang usai Fahri dikeroyok oleh Riswan cs.

Saat kedatangan pertamanya itulah ia memantau terlebih dahulu rumah H Sanusi dan melihat secara detail titik-titik yang memungkinkan untuknya melakukan pembakaran.

"Malam Minggu dengan malam Senin. Yang pertama dia datang itu dia ke suatu titik yang ada dia cari dulu," kata Plt Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diary Astetika, Minggu (19/8/2018).

Saat kedatangan keduanya bersama Ilho, Minggu (5/8/2018) lalu, ia kembali menagih Fahri. Namun, pada saat itu Fahri hanya berjanji untuk membayar utang sebesar Rp10 juta. 

Selanjutnya, keduanya mendapatkan perintah dari Akbar Daeng Ampuh (otak pembunuhan) untuk membakar rumah Sanusi yang pada saat itu ditinggali Fahri.

Mereka mendapatkan perintah setelah melaporkan Fahri akan dikirim ke Kendari keesokan harinya. Sehingga tepat pukul 02.30 Wita, usai memastikan titik mula api yang telah dipantau sebelumnya, keduanya membeli bensin dalam botol air mineral dan memandangi Ilho menyiram rumah Sanusi hingga api makin membesar.

"Dia yang menyiram bensin, dia juga yang membakar. Dia jengkel karena sudah ditagih tapi tidak ada uang dan tahu jika korban (Fahri) mau lari ke Kendari,"ujar Ramma.

Sebelumnya diberitakan Sulkifli Amir alias Rama (22), buronan pelaku pembakaran rumah di Jalan Tinumbuk akhirnya dibekuk anggota Jatanras Polrestabes Makassar. 

Ramma berhasil dibekuk di terminal Pare-pare setelah berupaya kabur dari pengejaran petugas. Motor putih yang dipakainya saat datang membakar rumah Sanusi juga disita polisi. Ia pun disangkakan pasal 340 subsider 187 ayat (3) junto pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Selain Fahri, akibat pembakaran yang dilakukan Ramma bersama Ilho, lima keluarga Fahri juga meninggal dunia. Mereka adalah Sanusi (75), Bondeng (65), Musdalifah (30), Fahri (24), Namira Ramadina (21), dan Hijas (2,5).