Minggu, 19 Agustus 2018 10:17 WITA

Taufan Pawe Kembali Masuk Nominasi Kepala Daerah Inovatif

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Aswad Syam
Taufan Pawe Kembali Masuk Nominasi Kepala Daerah Inovatif
Taufan Pawe bersama BJ Habibie.

RAKYATKU.COM, PAREPARE -- Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, masuk dalam salah satu nominator Kepala Daerah Inovatif tahun 2018. Hal ini dibenarkan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka, Minggu (19/8/2018).

“Kemarin kita telah menerima kunjungan dari Tim Sindo Jakarta, yang bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri. Mereka membawa kabar jika Pak Wali Kota kembali masuk sebagai Nominator Kepala Daerah Inovatif,” urai dia.

Hamka menjelaskan, inovasinya dalam membangun sejumlah pembangunan fisik berestetika tinggi di Kota Parepare, menjadikan Ketua DPD II Partai Golkar ini untuk kedua kalinya menjadi nominator.

“Termasuk pembangunan Monumen Habibie Ainun sebagai komitmen pemerintah menghadirkan pembangunan yang berestetika,” terang dia.

Penghargaan Kepala Daerah Inovatif, diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja kepala daerah yang kreatif, inovatif, dan entrepreneur. Proses penilaiannya dimulai dari sosialisasi kepada anggota Apeksi dan Apkasi, pengisian angket, hingga penilaian aspek-aspek kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan oleh tim juri yang terdiri dari KIN ASEAN.

Tahun 2017 lalu, untuk tingkat kota, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi peraih penghargaan terbanyak, dengan lima penghargaan, yaitu di bidang kemiskinan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan investasi. Disusul Wali Kota Jambi dengan penghargaan pada bidang pariwisata, perdagangan, dan investasi, serta Kota Pangkal Pinang dengan penghargaan bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. 

Berikutnya, Kota Malang mendapat dua penghargaan, yaitu di bidang kemiskinan dan pariwisata, serta Kota Semarang dengan dua penghargaan, yaitu di bidang pendidikan dan kesehatan. Selain itu, ada Kota Bogor, Bekasi, dan Tangerang Selatan, yang meraih penghargaan di bidang investasi.

Kemudian ada Kota Pematangsiantar, Cimahi, dan Surakarta, yang meraih penghargaan di bidang perdagangan. Berikutnya ada kota Pontianak, Bengkulu, Depok, Makassar, Parepare, Tanjungpinang, Mataram, dan Pekalongan, yang mendapat penghargaan di bidang kesehatan.

Pemkot Magelang mendapat penghargaan di bidang pariwisata. Untuk penghargaan di bidang kemiskinan diraih Pemkot Banda Aceh, Bima, dan Pekanbaru. Serta penghargaan di bidang pendidikan diraih Kota Tangerang dan Bontang.

Sementara itu, untuk penghargaan tingkat kabupaten paling banyak diraih Kabupaten Malang, dengan dua penghargaan, yaitu di bidang kesehatan dan pariwisata. Selain Malang, ada Pemkab Trenggalek, yang meraih penghargaan di bidang kemiskinan. 

Kemudian Pemkab Deli Serdang, Gowa, Karanganyar, dan Kudus meraih penghargaan di bidang pendidikan. Penghargaan di bidang kesehatan diraih Situbondo, Tulungagung, dan Fakfak Barat.

Pemkab Bogor, Gunungkidul, dan Pangandaran turut meraih penghargaan di bidang pariwisata. Berikutnya ada Kulon Progo, Ngawi, Sidoarjo, dan Tapanuli Utara yang meraih penghargaan di bidang perdagangan. Serta Boyolali dan Pasuruan meraih penghargaan di bidang investasi.