Sabtu, 18 Agustus 2018 00:35 WITA

Pengamat: Sandiaga Uno Sepatutnya Ungkap Darah Bugisnya di Makassar

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Andi Chaerul Fadli
Pengamat: Sandiaga Uno Sepatutnya Ungkap Darah Bugisnya di Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kunjungan Sandiaga Salahuddin Uno di Makassar, pada 18-19 Agustus di Makassar, dinilai bermuatan politis.

Menurut Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto, kunjungan bakal calon Wakil Presiden RI yang berduet dengan Prabowo Subianto tersebut, sebagai bentuk kampanye halus (soft campaign). Meski, kampanye resmi belum dimulai.

"Dengan memobilisasi massa, menghadirkan massa yang besar, saya pikir itu salah satu untuk memengaruhi pemilih dan sekaligus menguji kekuatan elektoralnya di Sulsel ini," ujar Luhur, saat ditemui di salah satu kedai kopi, di Jalan Todopuli 10, Makasar, pada Jumat (17/8/2018).

Di samping itu, Luhur juga berpandangan, Sandi memang sepatutnya untuk melakukan lawatan ke Sulsel, utamanya bersua dengan tokoh. Pasalnya, belakangan ini tersiar kabar, jika dirinya merupakan lelaki berdarah Bugis-Makassar.

"Karena bagaimana pun, faktor primordial, faktor (kedekatan) sosiologis seperti itu masih berpengaruh dalam budaya politik kita. Apalagi di Pilpres nanti, kalau tidak ada putra daerah, orang akan mengindetifikasi kandidat yang dekat dengan daerah ini (Sulsel)," paparnya.

Menurutnya, jika Sandi dalam kunjungan mampu meyakinkan masyarakat, bahwa dirinya benar memiliki garis keturunan Sulsel, maka dianggap sangat penting meski masih ada yang meragukan.

"Secara simbolik, (Sandi) harus mampu menampilkan sesuatu yang benar-benar bisa terterima oleh publik Sulsel," ucapnya.

Belum lagi, Luhur berpendapat, pemilih tradisional yang menentukan sikap politik atas dasar kedekatan primordial, masih terhitung besar di Sulsel. 

"Dibanding pemilih rasional, pemilih tradisional masih sangat besar," katanya.

Seperti diketahui, sempat tersebar video, Sandi mengaku punya darah keturunan Bugis dari Kampung Bugis Gorontalo. Sandi yang lahir di Jakarta, mengaku merupakan kemanakan dari John Ario Katili.

John Ario Katili yang dimaksud Sandi adalah Prof Dr John Ario Katili atau lebih dikenal dengan nama JA Katili. Dia lahir di Kampung Bugis, Gorontalo, pada 9 Juni 1929 dan meninggal di Jakarta, Indonesia, 19 Juni 2008. 

Dia adalah seorang saintis di bidang geologi, pendidik, birokrat, politisi, serta diplomat Indonesia. Ia juga dikenal pernah mendalami ilmu-ilmu sastra secara langsung dari HB Jassin, Idroes dan AOH Kartahadimaja. Katili adalah Doktor Geologi pertama di ITB dan juga Indonesia.