Jumat, 17 Agustus 2018 22:46 WITA

Akhir Agustus, Bawaslu Sulsel Rampungkan LPJ Pilgub Sulsel 2018

Penulis: Rizal
Editor: Andi Chaerul Fadli
Akhir Agustus, Bawaslu Sulsel Rampungkan LPJ Pilgub Sulsel 2018

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan anggaran (Banggar) DPRD Sulsel mulai menagih dana hibah penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel yang mengalir ke sejumlah lembaga. Salah satunya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel. 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Bawaslu Sulsel Sudirman Rahim menyebutkan jika pihaknya masih dalam tahap perampungan laporan pertanggungjawaban. Ia memperkirakan, laporan itu baru bisa selesai pada akhir Agustus ini. 

"Sementara berlangsung penyusunan laporan pertanggungjawabnnya. Semuanya sementara penyelesaian. Intinya seperti itu, kemungkinan akhir bulan," ujar Sudirman Rahim, Jumat (17/8/2018).

Namun, dirinya tak bisa memprediksi, apakah total dana hibah Pilgub Sulsel untuk Bawaslu Sulsel Sebesar Rp141 Miliar habis dipergunakan selama penyelenggaraan pemilihan. Dirinya mengaku baru bisa bicara soal sisa anggaran setelah laporan rampung. 

"Sementara, kan belum rampung. Belum saya bisa prediksi berapa sisanya. Setelah akhir 31 Agustus rampung semua, masuk semua pertanggungjawaban. Sudah bisa kelihatan berapa realisasi," tambahnya.

Terpisah, Anggota Banggar DPRD Sulsel Imran Tenri Tata Amin menjelaskan jika pihaknya sudah meminta kepada penyelenggara untuk membuat laporan pertanggungjawaban secepatnya. Sekalipun, memang ada waktu 3 bulan untuk menyusun laporan pasca-semua tahapan sesuai PKPU, termasuk Bawaslu Sulsel termasuk hibah pengamanan. 

Setelah ada laporan tersebut, sisa dana hibah yang tersisa menurut dia tak serta merta bisa dialihkan ke program pemerintah mana saja yang membutuhkan. "Ya tentu. Artinya, semua harus ada pertanggung jawabannya dulu, baru nanti kita ketahui, bagaimana dari pemerintah terkait sisa dari proses penyelenggaraan," ujar Imran belum lama ini.

Menurut Imran, pihaknya saat ini tengah intens melakukan rapat antar anggota Banggar. "Yang kita bahas saat ini terkait dengan sisa anggaran yang mereka miliki. Karena ada beberapa kegiatan yang tidak tereliasasi. Termasuk, soal asumsi pasangan calon," tutup legislator Golkar ini.