Jumat, 17 Agustus 2018 09:18 WITA

Pengamat: Sandiaga Uno Lakukan Manuver Berbahaya

Editor: Abu Asyraf
Pengamat: Sandiaga Uno Lakukan Manuver Berbahaya
Prabowo-Sandi bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PBNU.

RAKYATKU.COM - Manuver calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno dianggap membahayakan pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Langkah untuk bersilaturahmi kepada sejumlah tokoh berpengaruh dianggap bisa mengubah sikap mereka pada Pilpres 2019.

Sandiaga yang menjadi idola baru rakyat Indonesia tercatat sudah menemui tiga mantan ketua umum Partai Golkar. Mereka adalah Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, dan Jusuf Kalla. Sekadar informasi, Golkar bergabung dalam barisan koalisi parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf.

Tak hanya itu, Sandi bersama Prabowo juga menemui tokoh berpengaruh lainnya, antara lain Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Said Aqil Siradj. Dalam kesempatan itu, Said kembali mengulang pujian Gus Dur kepada Prabowo sebagai orang yang paling ikhlas berjuang untuk NKRI.

Pertemuan Sandiaga dan Prabowo dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj berlangsung di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. 

Pada Kamis malam (16/8/2018), Sandiaga juga bertemu dengan mantan wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di sebuah restoran di Kebayoran, Jakarta.

Pakar komunikasi politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Nyarwi Ahmad menilai manuver Sandi bahkan bisa memecah mesin politik Golkar dan ormas pendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. 

"Jika jumlah elite-elite Golkar tersebut cukup besar dan mereka masih memiliki kedekatan personal dengan ARB maupun Akbar, hal ini akan sangat menguntungkan Prabowo-Sandi," kata Nyarwi seperti dikutip dari Detikcom. 

"Kekuatan organisasi dan mesin politik Golkar di sejumlah daerah bisa terbelah," tambah Nyarwi yang juga direktur Presidential-DECODE UGM itu.