Jumat, 17 Agustus 2018 08:30 WITA

Berpenghasilan Rp600 Juta Setahun, Warga Lutim Jadi Transmigran Teladan Nasional

Editor: Eka Nugraha
Berpenghasilan Rp600 Juta Setahun, Warga Lutim Jadi Transmigran Teladan Nasional
Transmigran teladan nasional asal Luwu Timur, Solikin (tengah) diapit Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Luwu Timur, Ir Firnandus Ali, M.Si dan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Luwu Timur, Novi Syahriani Syam.

RAKYATKU.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo memberikan penghargaan kepada para Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Penghargaan tersebut diberikan untuk memberikan apresiasi atas perjuangan para transmigran dan pembina transmigran atas pengabdiannya untuk negara. Selain itu, juga untuk memberikan motivasi pada transmigran atau calon transmigran lainnya agar mengikuti jejak mereka.

Penghargaan juara 1 Transmigran Teladan Tingkat Nasional tahun 2018 diberikan kepada Solikin, transmigran dari UPTD Mahalona SP.4 Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur sebagai pengakuan atas keteladanannya dalam meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi keluarga dan peran dalam mengembangkan permukiman transmigrasi.

Berpenghasilan Rp600 Juta Setahun, Warga Lutim Jadi Transmigran Teladan Nasional

Berasal dari Surakarta, pada tahun 2014 Solikin mengikuti program transmigrasi di Bumi Batara Guru dan mendapatkan rumah, tanggungan makan setahun dan lahan untuk berkebun seluas dua hektare. Lahan tersebut kemudian ditanami merica dengan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Selain berkebun, awalnya Solikin berdagang merica dengan modal awal Rp9 juta. Saat ini dirinya memiliki total lahan lima hektare yang ditanami merica, sambil beliau juga tetap berdagang merica dengan penghasilan Rp600 juta dalam setahun.

Turut hadir mendampingi Solikin pada penerimaan penghargaan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Luwu Timur, Ir Firnandus Ali, M.Si dan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Luwu Timur, Novi Syahriani Syam. (ikp/kominfo)