Kamis, 16 Agustus 2018 17:40 WITA

Sanksi Iran: Presiden Trump 'Berperilaku Seperti Bos Mafia'

Editor: Suriawati
Sanksi Iran: Presiden Trump 'Berperilaku Seperti Bos Mafia'
Donald Trump

RAKYATKU.COM - Presiden AS Donald Trump berperilaku seperti bos mafia, karena menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran dan mengembalikan sanksi pada negara itu, kata analis politik Iran Prof Mohammad Marandi.

“Fakta bahwa Trump berperilaku seperti bos mafia, tidak ada yang bisa dibanggakan," kata Prof Marandi dari Teheran University, pada Stephen Sackur di BBC Hardtalk.

"Amerika ingin menghancurkan rakyat Iran, mereka ingin mempermalukan rakyat Iran dan itu tidak akan berhasil," katanya.

Prof Marandi juga mengklaim bahwa AS telah menunjukkan dirinya sebagai negara yang "tidak dapat diandalkan dengan meninggalkan komitmen internasional, dan tidak memiliki rasa hormat untuk negara-negara Eropa".

“Tidak ada yang bisa dibanggakan ketika sebuah negara yang dibatasi oleh Amerika Serikat tidak dapat bekerja sama dengan negara lain."

"Amerika ingin menghancurkan rakyat Iran dan itu tidak akan berhasil."

Sanksi baru AS di Teheran mulai berlaku pada 7 Agustus, dengan target dolar AS, perdagangan logam, batu bara, perangkat lunak industri dan sektor otomotifnya.

Langkah-langkah yang lebih berat menargetkan ekspor minyak Iran, diperkirakan akan mulai berlaku November.

Pengenaan kembali sanksi baru terhadap Iran telah memberi tekanan besar pada mata uang Lira, di mana nilainya telah anjloknya lebih dari 50 persen sejak April, menyusul ancaman dari AS.

Tapi Prof Marandi mengatakan bahwa ekonomi Iran akan menghadapi kesulitan tapi akan stabil dalam beberapa bulan. Ia menambahkan bahwa negara itu telah melalui yang jauh lebih buruk.

"Perekonomian Iran pasti akan menghadapi kesulitan, dan itu akan terus menghadapi kesulitan dalam beberapa bulan ke depan tapi saya jamin Iran akan bertahan."

“Kami telah melalui kesulitan yang lebih besar. Pada 1980-an, ketika Amerika Serikat membantu Saddam Hussain, memberinya senjata kimia untuk digunakan melawan Iran dan kami selamat."

“Kami selamat dari serangan kimia, negara kami selamat dari perang - kami telah melewati jauh ang lebih buruk."

“Tanpa keraguan, setelah beberapa bulan, ekonomi akan stabil.