Kamis, 16 Agustus 2018 09:42 WITA

Curiga Anaknya Dibantai Sebelum Terbakar, Ayah Namira Rela Kuburan Dibongkar

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
Curiga Anaknya Dibantai Sebelum Terbakar, Ayah Namira Rela Kuburan Dibongkar
Puing-puing rumah H Sanusi di Jl Tinumbu yang diduga dibakar pada Senin (6/8/2018) dini hari.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Keluarga korban pembunuhan di Jalan Tinumbu lorong 166B, telah merelakan pembongkaran kuburan korban untuk proses autopsi dari kepolisian. Hal ini telah mereka isyaratkan, demi terungkapnya fakta-fakta baru seputar kematian Fahri beserta lima keluarganya. 

HL (48) ayah Namira (salah satu korban) hingga saat ini tidak yakin, jika hanya tiga tersangka utama yang menyebabkan keluarganya meninggal dunia. Ia heran, karena di Senin dini hari (6/8/2018) saat api telah menyulut rumah H Sanusi (mertuanya), tak ada tanda-tanda suara teriakan dan menyelamatkan diri keluar dari rumah. 

"Sebelum terjadi kobaran besar warga datang, tapi waktu dipanggil namanya, tidak ada sama sekali jawaban dari dalam, padahal jaraknya dekat sekali dari dalam dan luar (rumah)," kata HL saat diwawancara. 

Selain itu, HL menduga eksekutor pembunuhan enam orang keluarganya lebih dari dua orang. Untuk itu ia harapkan pengusutan kematian Fahri secara tuntas. Ia mengungkapkan, kematian keluarganya bukan hanya disebabkan oleh pembakaran, melainkan ada pembantaian sebelum dibakar.

Keluarga hingga kini juga mengakui, motif kematian Fahri bukan hanya karena utang narkoba sembilan saset. 

"Usutlah secara tuntas autopsi ini. Kalau boleh minta anak saya juga saja diautopsi," imbuhnya. 

Enam korban pembunuhan yang diotaki Akbar Ampuh (32) saat ini telah dikebumikan di pemakaman di Japing-Japing, Kabupaten Pangkep. Proses pemakaman dilakukan Senin, (6/8/2018) petang, ketika proses identifikasi oleh polisi telah dilakukan. 

Sementara itu, rencana pembongkaran kuburan korban diisyaratkan oleh pihak Polrestabes Makassar. Namun polisi engan membeberkan kuburan siapa yang dibongkar.

"Nanti dikabarin, kalau jadi kita sama-sama ke Pangkep," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar, saat dikonfirmasi, Rabu (15/8/2018).