Kamis, 16 Agustus 2018 06:15 WITA

Fahri: Sandi Sudah Jujur, Siapa yang Tanggung Biaya Kampanye Jokowi?

Editor: Abu Asyraf
Fahri: Sandi Sudah Jujur, Siapa yang Tanggung Biaya Kampanye Jokowi?
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyayangkan respons KPK yang dianggap lemah dalam kasus dugaan mahar politik. Padahal, katanya, ini salah satu jalan masuk untuk menangani salah satu akar korupsi di negeri ini.

RAKYATKU.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyayangkan respons KPK yang dianggap lemah dalam kasus dugaan mahar politik. Padahal, katanya, ini salah satu jalan masuk untuk menangani salah satu akar korupsi di negeri ini.

Terlepas dari benar atau tidaknya isu mahar politik itu, Fahri memuji sikap Sandiaga Uno yang terang-terangan. Menurutnya, langkah Sandiaga Uno yang siap mengeluarkan uang Rp1 tiriliun untuk membiayai kampanye patut diapresiasi.

"Baru sekarang ada orang yang mengaku akan membiayai sendiri biaya politik sampai Rp1 triliun. Sandiaga Uno sudah mengakui angka itu meski kita tidak tahu apakah uangnya sudah ada atau belum," katanya.

Menurut Fahri, pengakuan Sandiaga Uno ini punya efek yang sangat luas. Bagi pribadinya pun akan besar. Sederhananya, tahun depan, apalagi jika menang, dia akan mengumumkan bahwa dalam LHKPN-nya telah terjadi pengurangan harta senilai Rp1 triliun.

"Sebagai pengusaha, mungkin terbiasa beliau rugi Rp1 triliun. Bagi pribadi tentu tidak.
Apalagi ia melakukan itu juga sebagai pejabat publik (wagub DKI) yang kekayaannya
dipantau ketat oleh KPK. Harta pejabat itu rawan kena TPPU apabila penegak
hukum lagi iseng," lanjut Fahri yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

"Masalahnya, apakah kita berniat menghapus korupsi politik? Saya melihat respons
KPK atas kasus ini menegaskan bahwa memang korupsi bukan mau diakhiri
tetapi dibiarkan akarnya dan mewabah lalu menjadi momok. Seperti ada kehendak
agar kita tetap punya untuk sibuk," lanjut politikus PKS ini.

Menurut pengamatannya, pemberantasan korupsi di Indonesia,
kesimpulan saya bukan mau diakhiri tapi dibuat jadi mitos. Akarnya tidak dicabut tapi
ceritanya dibuat kompleks sehingga korupsi kita terima sebagai nasib bangsa kita.
#BiayaPolitik2019

"Padahal, kalau mau, sederhana saja. Kalau Sandi Uno pribadi mengaku harus
keluar Rp1 triliun, maka biaya sebenarnya yang dikeluarkan setiap kandidat berapa.
Kalau misalnya Rp5 triliun, lalu sisanya siapa yang menanggung? Kalau tidak jelas berarti akar masalah ketemu," kata Fahri di akun Twitternya.

Jadi terorinya, politik itu tidak jelas, makanya Perlu regulasi supaya terang. Tapi
semakin banyak yang tidak jelas politik akan memproduksi kerusakan sistem. Maka,
langkah @sandiuno untuk mengumumkan adalah awal membersihkan politik dari
yang tidak jelas. #BiayaPolitik2019