Kamis, 16 Agustus 2018 08:00 WITA

Ini 10 Amalan Berpahala Besar pada Sepuluh Hari Pertama Zulhijah

Editor: Abu Asyraf
Ini 10 Amalan Berpahala Besar pada Sepuluh Hari Pertama Zulhijah
Berkurban salah satu ibadah yang berpahala besar pada bulan Zulhijah.

RAKYATKU.COM - Zulhijah termasuk salah satu bulan yang memiliki sejumlah
keutamaan. Tak hanya ibadah haji, orang yang belum mendapat kesempatan ke
Tanah Suci pun berpeluang mendapatkan pahala besar. Apa saja?

Ada banyak dalil yang mengungkap keutamaan Zulhijah. Salah satunya seperti yang
diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, "Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh
Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Zulhijah. Mereka bertanya: Ya
Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah,
kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak
kembali dengan sesuatu apapun”. (HR. Bukhari)

Pada hadis yang lain, dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, "Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk
berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Zulhijah) ini. Maka
perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad)

Berikut ini 10 amalan yang disyariatkan pada bulan Zulhijah seperti dikutip dari
Almanhaj:

1. Haji dan Umrah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang
menunjukkan keutamaannya, antara lain sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara
keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.

2. Berpuasa

Disebutkan dalam hadist Qudsi, “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan
membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya
semata-mata karena Aku”.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah
melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama
tujuh puluh tahun”. (Muttafaqun ‘Alaih).

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap
pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.

3. Takbir dan Zikir

Allah Ta’ala berfirman, "…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari
yang telah ditentukan …”. (Al-Hajj: 28).

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Zulhijah. Karena itu,
para ulama menganjurkan untuk memperbanyak zikir pada hari-hari tersebut,
berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Maka perbanyaklah pada
hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid”. (HR. Ahmad)

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya
mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq,
Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini
mengucapkan, "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu
Akbar wa Lillahil Hamdu."

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah,
jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah, “Dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. (Al-Baqarah:
185)

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul
pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak
pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang
bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua zikir dan doa, kecuali karena tidak
mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

4. Taubat

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan
kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan
Allah terhadapnya” (Muttafaqun ‘Alaihi).

5. Banyak Beramal Shalih

Berupa ibadah sunat seperti salat, sedekah, jihad, membaca Alquran, amar ma’ruf
nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat
gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari
itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya
meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan
amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta
dan jiwanya.

6. Takbir Muthlaq

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula
takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan
dengan berjama’ah; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan
bagi jemaah haji dimulai sejak zuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga salat
asar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban 

Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus
putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam, “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih
dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah
dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. (Muttafaqun
‘Alaihi)

8. Tidak Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah
dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri
dari (memotong) rambut dan kukunya”.

Dalam riwayat lain, “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya
sehingga ia berkurban”.

9. Salat Iduladha

Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini
adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari
keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan
bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-
mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan
yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Mengisi Hari dengan Ketaatan

Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan
ketaatan, zikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan
menjauhi segala larangan; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh
kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.
 

Berita Terkait