Rabu, 15 Agustus 2018 06:30 WITA

Mengaku Utusan Dewa di Kerajaan Ubur-Ubur, Gangguan Kejiwaan?

Editor: Fathul Khair Akmal
Mengaku Utusan Dewa di Kerajaan Ubur-Ubur, Gangguan Kejiwaan?
Photo Source: Bantennews.co.id

RAKYATKU.COM - Belakangan ini masyarakat Tanah Air, khususnya yang ada di kota Serang, Banten, dihebohkan dengan adanya aliran baru bernama Kerajaan Ubur-Ubur. 

Kehebohan ini berawal dari pernyataan wanita bernama Ratu Aisyah dan Suaminya, Chairil Anwar di dalam sebuah video yang menyebutkan bahwa dirinya adalah utusan dewa. Ia pun meminta masyarakat mengikuti dirinya untuk menganut Kerajaan Ubur-Ubur.

Dalam video itu, Ratu menyebut dirinya sebagai Heraklius. Ia mengaku mendapatkan tugas dari 12 bintang dan 12 dewa. Banyak orang yang kemudian menganggap Ratu dan Chairil sebagai orang yang sudah gila. Apalagi dengan fakta bahwa nama alirannya juga cenderung lucu.

Menurut pakar kesehatan, ada kemungkinan Ratu dan Chairil yang mengaku memiliki Kerajaan Ubur-Ubur ini mengalami gangguan kejiwaan, tepatnya mengalami delusi. Sebagai informasi, delusi bisa terjadi saat proses berpikir sekaligus kesimbangan kandungan kimia di dalam otak mengalami gangguan.

“Orang yang mengaku titisan tuhan, titisan dewa, atau titisan lainnya dan mengaku mendapatkan wahyu atau pesan apapun yang tidak masuk akal bisa jadi terkena delusi. Ia harus berobat ke dokter kejiwaan,” ungkap dr. Gitayanti dari RS Pondok Indah dikutip dari doktersehat.com.

Yang menarik adalah, meskipun bisa dianggap sebagai gangguan jiwa, penderita delusi sebenarnya menyadari tindakan aneh yang mereka lakukan. Mereka melakukannya dalam kondisi sadar namun karena mengalami gangguan di otaknya, maka hal yang sebenarnya tidak masuk akal ini benar-benar mereka yakini dengan teguh.

Karena alasan inilah, penderita delusi juga cenderung sulit untuk diyakinkan bahwa mereka sebenarnya sedang mengalami gangguan jiwa. Meskipun sudah berkali-kali diingatkan, tetap saja mereka yakin bahwa tindakan yang mereka lakukan benar adanya.