Selasa, 14 Agustus 2018 22:57 WITA

Istri Korban Pesawat Jatuh: Masih Tidak Enak Perasaanku

Penulis: Syukur
Editor: Fathul Khair Akmal
Istri Korban Pesawat Jatuh: Masih Tidak Enak Perasaanku
Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono turut melayat korban pesawat jatuh, Jamaluddin, Selasa malam (14/8/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jenazah Jamaluddin, korban pesawat jatuh di wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, telah dimakamkan di pemakaman umum Pattunuang, 
Kelurahan Bitua, Kecamatan Manggala, Selasa (14/8/2018) malam.

Jenazah almarhum diantar ke peristirahatan terakhirnya, setelah sempat dibawa ke rumah almarhum di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Jenazah almarhum tiba di rumah duka sekitar pukul 20:25 wita.

Keluarga almarhum, Accung mengakui pihak keluarga sepakat untuk memakamkan jenazah korban malam ini.

"Memang dari kesepakatan keluarga malam ini langsung dimakamkan karena kejadian sudah beberapa hari," ungkap Accung usai pemakaman.

Accung mengatakan almarhum datang di Makassar, bersama dengan istri, Diana dan anaknya. Sementara itu anak almarhum yang selamat dalam penerbangan maut pesawat Pilatus PC-6 PK-HVQ milik Dimonim Air itu, masih tengah dirawat di Papua.

"Kita sepakat jenazah almarhum dibawa ke rumah dulu lalu langsung dimakamkan. Diantar oleh istei dan anaknya. Sementara anak almarhum yang selamat dalam penerbangan tersebut masih sementara dirawat karena tangannya patah," tambahnya.

Sementara itu Diana, istri almarhum saat hendak dikonfirmasi tidak bisa menyampaikan kata-kata.

"Masih tidak enak perasaanku," ungkapnya singkat.

Bahar, salah satu teman lama almarhum mengatakan, semasa hidup almarhum dikenal dermawan. Almarhum Jamaluddin disebut sangat peduli dengan temannya.

"Saya sudah lama kenal almarhum, dia sangat peduli dengan temannya. Bahkan kalau ada kesulitan almarhum selalu berupaya membantu, almarhum sangat dermawan," ungkap Bahar.

Jamaluddin merupakan salah satu dari sembilan orang korban yang berada di dalam pesawat Pilatus PC-6 PK-HVQ milik Dimonim Air yang jatuh. Satu-satunya penumpang yang selamat dalam peristiwa itu, adalah Jumaidi bocah berusia 12 tahun yang merupakan anak almarhum.