Selasa, 14 Agustus 2018 18:57 WITA

Napi Terlibat Pembakaran Satu Keluarga, Kalapas Makassar Akui Kecolongan

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Napi Terlibat Pembakaran Satu Keluarga, Kalapas Makassar Akui Kecolongan
Kalapas Makassar, Budi Sarwono

RAKYATKU.COM - Kepala Lapas Makassar, Budi Sarwono mengaku kecolongan dengan keterlibatan narapidana dalam kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu. Dia menyesalkan napi bisa menggunakan telepon seluler (Ponsel) dalam ruang tahanan.

"Kita agak kecolongan karena dia di dalam, pengaruhnya sangat luar biasa," ungkap Sarwono kepada Rakyatku.com, Selasa (14/8/2018).

Salah seorang napi Lapas Makassar, Akbar Dg Ampuh diduga menjadi otak pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu Lorong 166 B, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada Jumat dini hari (10/8/2018).

Akbar diduga menyuruh orang lain untuk membakar rumah Haji Sanusi. Dia berkomunikasi melalui telepon seluler.

Meski mengakui telah kecolongan, hingga saat ini Sarwono menyebut belum melakukan pemeriksaan secara internal termasuk para petugas Lapas Makassar. Sarwono beralasan menunggu keterangan dari Akbar terlebih dahulu sebelum memeriksa petugas.

"Pemeriksaan anggota (petugas Lapas) belum dilakukan karena pada saat itu terpidana langsung diambil (Polres). Belum tahu adanya dugaan keterlibatan orang dalam karena pemeriksaan dari dia dulu (Akbar)," tambahnya.

Sarwono memastikan pemeriksaan petugas Lapas Makassar akan dilakukan. Keterangan Akbar nantinya yang akan ditindaklanjuti, termasuk bagaimana cara sehingga Akbar bisa memiliki ataupun menyimpan ponsel.

"Nanti kita lihat seperti apa hasilnya. Kalau kita lihat bukan pelanggaran pidananya, tetapi pelanggaran kenakalan di dalam, bisa masukkan HP. Gara-gara HP bisa nyuruh ini itu (di luar lapas)," tambahnya.