Rabu, 15 Agustus 2018 07:30 WITA

Seorang Bocah Meninggal Saat Ritual Mengusir Roh Jahat

Editor: Fathul Khair Akmal
Seorang Bocah Meninggal Saat Ritual Mengusir Roh Jahat
Rumah sementara di New Mexico

RAKYATKU.COM - Seorang bocah tiga tahun ditemukan terkubur di sebuah rumah sementara, di New Mexico. Ia meninggal dalam ritual untuk mengusir roh-roh jahat.

Mayat anak itu ditemukan di sebuah terowongan, di kompleks utara Taos setelah polisi menggerebeknya pada 3 Agustus lalu.

Diklaim bahwa keluarga besarnya percaya bahwa dia akan "kembali sebagai Yesus". Sebelas anak-anak lain, mulai dari usia satu hingga 15 tahun, ditemukan kelaparan dan berpakaian compang-camping dan dibawa ke tahanan pelindung, kata pihak berwenang.

Anak-anak itu telah diberi pelatihan senjata. "Sebagai lanjutan dari konspirasi untuk melakukan penembakan di sekolah", kata jaksa dikutip dari news.sky.com.

Dalam kasus ini, dua pria dan tiga wanita, yang juga saudara kandung. Masing-masing telah dituntut dengan 11 tuduhan kejahatan terhadap anak.

Mereka adalah ayah tiga tahun, Siraj Ibn Wahhaj, dan istrinya, Jany Leveille, saudara ipar dan adik perempuannya, Lucas Morton dan Subhannah Wahhaj, dan saudara perempuan kedua, Hujrah Wahhaj.

Belum ada dakwaan sehubungan dengan kematian anak tersebut. Jaksa John Lovelace mengatakan anak berusia tiga tahun itu, Abdul-Ghani Wahhaj, meninggal selama "ritual keagamaan" yang dimaksudkan untuk "mengusir roh-roh jahat".

Abdul-Ghani meninggal setelah ayahnya meletakkan tangannya di kepala bocah itu dan membacakan ayat-ayat dari Alquran, tambah Taylor.

Jaksa penuntut mengatakan lima orang dijebloskan ke penjara. Tetapi setelah empat jam penahanan, Hakim Distrik Sarah Backus mengatakan dia tidak terlibat dalam upaya membahayakan masyarakat di daerah tersebut.