Selasa, 14 Agustus 2018 07:15 WITA

Perintah Bunuh dari Dalam Lapas di Pagi Buta

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
Perintah Bunuh dari Dalam Lapas di Pagi Buta
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dini hari, Senin (6/8/2018). Jarum jam menunjukkan pukul 02.00 Wita. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar, tenggelam dalam sunyi.

Namun di sebuah sel, Akbar Ampu (32) masih memainkan ponselnya. Dia terus berkoordinasi dengan Andi Muh Ilham alias Ilho, mengenai utang Rp29 juta dari Fahri (24), dari hasil bisnis narkoba.

Ampu galau. Dia sudah beberapa kali menagih Fahri melalui panggilan telepon agar membayar utangnya. Namun, Fahri belum juga menunaikannya. Hingga batas kesabaran Ampu berakhir.

Dia kemudian minta tolong ke bos geng motor Tetta, Irwan Lili yang kemudian menyuruh anggotanya di luar Lapas untuk menagih dengan menempuh kekerasan. 

Anggota Irwan, antara lain, Riswan alias Akho, Wandi, dan Haidir kemudian mengeroyok Fahri pada Sabtu malam, agar mengembalikan uang hasil penjualan narkoba itu. Namun, cara itu belum juga berhasil.

Irwan Lili yang juga ada di dalam Lapas, sempat berbicara dengan Fahri melalui telepon. Fahri memanggil Irwan dengan panggilan Daeng. Malam itu, dia berbicara dengan difasilitasi dari ponsel Riswan, namun belum juga ada kejelasan.

Ampu pun makin galau. Lewat pesan inboks, dia berbicara dengan Ilho. Dari situlah, Ampu tahu kalau Fahri akan diungsikan ke Kendari.

Mengetahui sasarannya akan menghindar, perintah "bunuh" pun dilayangkan Ampu di inboks messenger akun Facebook Ilho. Juga tawaran Rp500 ribu untuk imbalan pembakaran rumah itu.

Di pagi buta itu, Ilho meluncur ke rumah H Sanusi di Jl Tinumbu dengan sepeda motor putih. Dia membawa satu botol air mineral kapasitas 600 ml berisi bensin, yang disiramkan ke rumah nahas itu. "Krekk", korek pun dinyalakan lalu dilemparkan ke rumah yang sudah disiram bensin.

Api pun langsung membesar. Tetangga korban panik saat melihat api. Dia melihat, jarum jam menunjuk ke pukul 02.30 Wita. Warga lain pun berdatangan ke lokasi. Tetangga korban tiba-tiba melihat sebuah sepeda motor meluncur cepat dari dalam lorong. Warnanya putih. Diduga Ilho yang melarikan sepeda motor itu usai membakar rumah H Sanusi.

Usai api dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran, tampak enam mayat hangus bergelimpangan. Mereka adalah, H Sanusi (75), Bondeng, Musdalifah, Namira (20), Ijas (2,5) dan Fahri (24).

Berita dihimpun dari keterangan saksi, juga keterangan polisi.