Selasa, 14 Agustus 2018 00:17 WITA

Ini Masukan PP Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandi

Editor: Aswad Syam
Ini Masukan PP Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandi
Prabowo-Sandi sedang berfoto bersama pengurus PP Muhammadiyah.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Bersilaturahmi ke Kantor PP Muhammadiyah, pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendapat masukan. Ada enam poin masukan untuk visi dan misi Prabowo-Sandiaga.

"PP Muhammadiyah menyambut silahturahmi ini sebagai tradisi kemasyarakatan kita dan menjadi tradisi kebangsaan kita. Untuk itu, kami sampaikan beberapa poin sebagai masukan Muhammadiyah sebagai masukan ke Pak Prabowo dan Sandiaga untuk jadi bahan pengembangan visi-misi dan desain kebijakannya. Ada enam poin yang kami sampaikan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir Detik, Senin (13/8/2018).

Enam poin itu dikatakannya diberikan sebagai masukan visi dan misi pasangan Prabowo-Sandiaga. Salah satunya, mengenai kebijakan pemerintah yang berdasarkan fondasi nilai agama dan Pancasila.

Masukan kedua, memajukan kedaulatan negara di bidang ekonomi dalam artian memutus mata rantai impor. Ketiga mengenai kesenjangan sosial yang harus dikurangi.

"Keempat, kami menyampaikan bagaimana ada rekonstruksi, ada kebijakan nasional untuk pengembangan SDM unggul. Muhammadiyah berkembang dalam pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial. Intinya, bangsa ini unggul daripada bangsa lain. Tidak mungkin kita bisa bersaing dengan bangsa lain jika bangsa kita pas-pasan. Kita harus mengedepankan kualitas, bukan kuantitas," kata Haedar.

"Kelima, melakukan kebijakan reformasi birokrasi, bukan hanya good government, tapi juga birokrasi pemerintahan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," sambungnya.

Poin yang terakhir adalah masukan agar Indonesia lebih proaktif dalam kebijakan politik luar negeri. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah, karena sudah menerima kedatangannya.

"Saya gembira malam ini diterima dan kita bertukar pikiran. Ternyata pandangan kita sama, ada kesadaran arah perkembangan ekonomi kita di mana ekonomi nggak bisa dipisahkan dengan politik, ternyata arah ekonomi kita ternyata keliru, ternyata tidak menghasilkan negara makmur di bidang ekonomi. Ternyata kekayaan kita tidak dirasakan masyarakat kita, kekayaan kita mengalir ke luar negeri," kata Prabowo.