Senin, 13 Agustus 2018 14:54 WITA

Unjuk Rasa Driver Taksi Online Macetkan Jalan Alauddin Makassar 

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Unjuk Rasa Driver Taksi Online Macetkan Jalan Alauddin Makassar 
Aksi unjuk rasa dilakukan ratusan driver online di depan kantor Go-Jek di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (13/8/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Aksi unjuk rasa dilakukan ratusan driver online di depan kantor Go-Jek di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (13/8/2018).

Para pengunjuk rasa yang terdiri atas mayoritas driver mobil ini menolak kebijakan dua perusahaan transportasi online, Go-Jek dan Grab yang menurunkan penghasilan insentif driver 16 trip yang sudah mengalami tiga kali penurunan. 

"Insentif 16 trip, dulu Rp325 ribu turun jadi Rp250 ribu, hingga sekarang Rp200 ribu per 16 trip. Itu memberatkan sekali," kata Azwar, salah seorang driver di lokasi aksi. 

Selain tuntutan insentif, para driver juga menuntut petinggi perusahaan untuk terbuka terhadap hukuman yang diberikan kepada para pengemudi. Kebijakan perusahaan untuk menutup kuota pendaftaran mitra untuk wilayah Malassar, Gowa, dan Maros juga turut dipersoalkan.

"Selain itu, pihak perusahaan sering memberikan suspend, baru tidak transparan, tidak ada sosialisasi pelanggaran kita sebenarnya apa," ujar Azwar lagi. 

Dari pantauan Rakyatku.com, aksi ini turut membuat jalan Sultan Alauddin macet total. Dimulai dari Jalan Veteran Selatan, hingga belok ke arah Jalan Sultan Alauddin hingga tepat di depan Lottemart, kendaraan begitu sulit untuk bergerak. 

Hal ini dikarenakan mobil pengunjuk rasa diparkir di tengah jalan. Menurut salah satu petugas lalu lintas dari kepolisian, Ipda Suyatno mengatakan kemacetan terjadi sejak dua jam yang lalu. 

"Karena tadi datangnya (demonstran) bersamaan, jadi langsung macet total. Padat merayap dari empat lajur, jadi satu lajur karena unjuk rasa ini," imbuhnya. 

Saat ini, ratusan pengemudi online masih menduduki kantor Go-Jek. Mereka tidak akan meninggalkan lokasi jika belum ada kejelasan dari petinggi perusahaan.