Senin, 13 Agustus 2018 11:45 WITA

Giginya Copot Setelah Terlempar, Jumaidi Kembali Masuk Pesawat Cari Air Minum

Editor: Abu Asyraf
Giginya Copot Setelah Terlempar, Jumaidi Kembali Masuk Pesawat Cari Air Minum
Jumaidi saat dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Dimonim Air.

RAKYATKU.COM - Bocah 12 tahun yang selamat dari kecelakaan pesawat perintis Dimonim Air menuturkan detik-detik kecelakaan itu. Sempat terlempar keluar, dia mengaku sempat masuk ke bangkai pesawat untuk mencari air minum.

"Kemarin sore itu saya di luar, terlempar. Saya masuk lagi cari air minum, gigiku pindah," cerita Jumadi dalam rekaman video yang didokumentasikan Penerangan Kodam 17 Cenderawasih.

Video tersebut memperlihatkan detik-detik saat tim SAR gabungan Basarnas, TNI-Polri, Pemda, dan masyarakat setempat memberikan pertolongan kepada Jumaidi.

Dalam video itu, Jumaidi menceritakan kisahnya dalam musibah jatuhnya pesawat Dimonim Air PK-HVQ di Gunung Menuk, Kampung Okatem, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, pada Sabtu (11/8/2018).

Dia bilang, pesawat terjatuh dan menghantam pepohonan. Kala itu, dia terempas ke luar. Lalu, dalam keadaan sadar, ia bangkit berdiri, lalu mencari air minum di balik reruntuhan pesawat. Maklum, gusinya berdarah. 

Jumaidi adalah anak dari Jamaluddin yang menjadi korban meninggal dunia dalam musibah tersebut. Dari sembilan orang yang berada dalam pesawat tersebut, hanya Jumaidi yang berhasil selamat. 

Jumaidi telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Oksibil. Jumaidi dievakuasi menggunakan Pesawat Dimonim Air PK HVC, Minggu (12/8/2018), dari Bandara Oksibil ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. 

Pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, ditemukan di Gunung Menuk. Pesawat tersebut ditemukan pada Minggu (12/8/2018) pagi sekitar pukul 08.45 WIT dalam keadaan hancur.