Senin, 13 Agustus 2018 11:23 WITA

Sniper Inggris Bunuh Komandan ISIS dari Jarak Hampir 2,4 Km

Editor: Suriawati
Sniper Inggris Bunuh Komandan ISIS dari Jarak Hampir 2,4 Km
Foto: Getty Images

RAKYATKU.COM - Seorang sniper Inggris menembak komandan ISIS di Afghanistan dari jarak hampir 2,4 km. Itu disebut sebagai tembakan jarak jauh terbaik yang pernah ada di SAS Angakatan Darat Inggris.

Nzherald mengatakan bahwa Sersan itu membunuh sasarannya dengan menembaknya di dada, menggunakan senapan mesin kaliber 50.

Lengan dan pundak teroris itu hancur karena kekuatan peluru dan dia mati seketika. Dikatakan bahwa komandan itu berada di kill list Inggris dan AS, tapi namanya tidak disebutkan.

Pejuang ISIS itu sepertinya sedang memberikan pengarahan kepada orang-orangnya ketika dia tertembak.

Menurut laporan Express.co.uk, tim SAS sedang melakukan patroli di wilayah Afghanistan utara, yang berada di bawah kendali Negara Islam, ketika melihat komandan ISIS tersebut.

Patroli itu dipersenjatai dengan senapan sniper, tapi pasukan percaya bahwa satu-satunya senjata yang dapat mencapai sasaran adalah senapan mesin. Kebetulan, mereka memiliki Cal Browning 50, yang dipasang pada salah satu kendaraan.

Mereka kemudian meminta izin untuk menembak target, yang disetujui oleh seorang perwira senior di Markas Komando Operasi Khusus Gabungan di ibukota Kabul.

Satu sumber yang akrab dengan operasi tersebut mengatakan bahwa senapan mesin itu masih sangat akurta, meskipun sudah berusia hampir 40 tahun.

Menurut Daily Star, Penembakan itu diduga telah menyelamatkan lebih dari 20 nyawa.

Menurut laporan, senjata itu sekarang akan dinonaktifkan dan dibawa ke markas SAS dekat Hereford sebagai kenang-kenangan.

Senapan mesin kaliber 50 digunakan sebagai senjata jarak jauh selama Perang Korea pada 1950-an, Perang Vietnam, Perang Falklands, Perang Soviet-Afganistan, Perang Teluk dan Perang Irak. Itu juga merupakan senapan mesin berat utama negara-negara NATO.