Minggu, 12 Agustus 2018 19:13 WITA

Titik Balik

Mantan Pecandu Narkoba Ini Berbagi Kisah, Jual Cincin Kawin Beli Sabu

Editor: Aswad Syam
Mantan Pecandu Narkoba Ini Berbagi Kisah, Jual Cincin Kawin Beli Sabu
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, PANGKEP - AZ (43) tahun, patut menjadi contoh bagi pecandu narkoba. Warga Kabupaten Pangkep yang pernah memiliki 7 orang istri dan 8 anak ini, pernah kecanduan narkoba selama bertahun-tahun. Namun, kebiasaan buruknya tersebut dapat berhenti, setelah hampir seluruh harta bendanya terjual atau digunakannya sebagai jaminan.

AZ yang juga pernah bekerja di perusahaan BUMN di Pangkep ini, mengaku lebih dari 5 mobilnya ludes untuk memenuhi hasratnya mendapatkan dan mengkonsumsi barang haram tersebut. 

Harta benda yang dikumpulkannya selama bekerja sebagai karyawan dan kontraktor, termasuk tanah, rumah dan mobil, ia tukar demi serbuk bening bernama sabu. Bahkan, cincin kawin yang semestinya menjadi tanda suci perwakinannya, juga raib terjual.

"Cincin kawin itu saya jual dengan mahar Rp2,9 juta untuk beli narkoba. Sempat juga ditanya Istri, saya bilang jatuh di laut," ujar AZ.

Dikatakan AZ, mobil merek Terios, Jazz, Avanza dan Xenia, miliknya, turut raib memenuhi hasratnya mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Bahkan beberapa petak tanah dan bangunan di atasnya juga ludes atas nama sabu. 

Diakuinya, sudah miliaran uangnya habis terbuang sia-sia, satu ball sabu seharga Rp57 juta. Ia konsumsi selama empat hari hingga seminggu saja. Karena kebiasaan buruk itu, ratusan juta Ia keluarkan untuk sewa kamar hotel, seringkali dua minggu Ia habiskan tanpa sekalipun melihat matahari hanya berdiam diri di kamar hotel.

"Pernah Rp130 juta saya bayar, hanya untuk sewa kamar hotel," ungkapnya di hadapan awak media dan disaksikan Kasat Narkoba Polres Pangkep, AKP Baddolahi.

Ditemui disebuah kafe di Pangkep, AZ mengaku, kebiasaan buruknya tersebut ditunjang penghasilannya yang memadai. Beruntung tahun 2004 lalu Ia mulai menata diri. Tanpa dorongan dari pihak manapun Ia berhasil berhenti dari mengkonsumsi sabu.

Habisnya harta benda yang Ia miliki, Ia sebut sebagai teguran Tuhan. Sejak saat itu Ia rutin meminum resep khusus yang juga disampaikan seorang teman padanya, resep dari bahan kopi hitam, kecap dan jeruk nipis yang dikonsumsi secara rutin, menjauhkannya dari hasrat mengkonsumsi sabu.

"Tidak sampai dua minggu dorongan mengonsumsi sabu akan hilang dengan meminum resep itu. Betul-betul tidak ada lagi dorongan," ujar AZ.

Tujuh tahun berlalu, kini hari-hari bahagia, Ia habiskan sebagai pengusaha, kontraktor, berkumpul bersama keluarga dan juga nongkrong di kafe. 

Kini Ia tingal bersama dua Istrinya yang masih setia menemani dengan penuh rasa cinta. Ia mengaku tak akan pernah lagi mengulang kisah cincin kawin yang Ia jual hanya untuk membeli sabu.

Ia juga berpesan kepada setiap orang yang saat ini mungkin kecanduan sabu. Bahwa, barang haram tersebut dapat menghancurkan hidup seseorang tanpa mengenal jenis kelamin, usia dan kedudukan, hingga hancur sehancur-hancurnya.

"Karena setelah seseorang kecanduan akan ada dorongan libido yang begitu kuat, saking nikmatnya membuat seseorang tidak pernah ingat akhirat," bebernya.