Minggu, 12 Agustus 2018 18:10 WITA

Begini Kronologi Kematian Fahri dan Lima Keluarga Versi Polisi

Editor: Aswad Syam
Begini Kronologi Kematian Fahri dan Lima Keluarga Versi Polisi
Para pelaku penganiayaan dan pembakaran rumah di Tinumbu yang menyebabkan 6 tewas, diperiksa polisi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kematian Fahri beserta lima orang keluarganya pada insiden kebakaran di Jalan Tinumbu lorong 166 B, pada Senin dini hari (6/8/2018) lalu, dipicu bisnis peredaran narkoba yang diedarkan dari dalam lapas.

Akbar dg Ampu (32) seorang narapidana kasus pembunuhan dan juga kasus narkoba, disebut menjadi dalang di balik kebakaran yang menimpa rumah milik Sanusi, yang kala itu dihuni salah satu pengedarnya, Ahmad Fahri. 

Dari keterangan Akbar, Fahri sudah dua kali mengambil paket darinya, di mana yang pertama, Fahri mengambil tiga saset sementara yang kedua, Fahri mengambil enam saset. Namun, Akbar tak kunjung menerima hasil penjualan dari Fahri. 

"Dari hasil penyelidikan atas kasus pembakaran ini, diduga kuat atas instrusksi tersangka Akbar yang diduga kuat menyuruh melakukan pembakaran," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar, Minggu (12/8/2018).

Peristiwa pengeroyokan yang dilakukan Riswan, Haidir, dan Wandi kepada Fahri pada Sabtu (4/8/2018) lalu, juga karena instruksi Akbar melalui perantara dari Irwan Lili. 

Pengeroyokan itu, kata Kapolrestabes Makassar, bermula untuk menagih hasil penjualan narkoba yang tak kunjung diberikan oleh Fahri. Namun pada waktu itu, Fahri belum memberikan hasil penjualannya. Untuk itu, Riswan alias Akho memberikan telepon seluler kepada Fahri untuk berbicara dengan Irwan Lili, narapidana lapas yang menjadi perantara Akbar dengan Fahri. Irwan Lili inilah yang disapa "Daeng" oleh Fahri pada Sabtu malam.

Sehari setelahnya pada Minggu malam (5/8/2018) Andi Muhammad Ilham alias Ilho dan seorang rekannya R alias A (DPO), juga datang mencari Fahri. Irwan Anwar mengatakan, kedatangan ini untuk kembali menagih Fahri, karena mereka mendapatkan kabar bahwa Fahri akan melarikan diri ke Kendari.

"Andi Muh Ilham ini yang menggunakan botol air mineral menyiram bagian bawah rumah hingga atas rumah milik Sanusi. Dan ini dikuatkan dari pemeriksaan laboratorium yang menemukan api yang terbuka," lanjut Irwan. 

Setelah berkoordinasi dengan pihak lembaga pemasyarakatan, di ruang Akbar tinggal, polisi menemukan tinbangan narkotika bersama empat buah telepon seluler. Polisi pun menjerat tersangka Akbar bersama Ilho telah melakukan pembunuhan berencana. 

Polisi menjerat Akbar dan Andi Muhammad Ilham pasal 340 KUHP subsider 187 KUHP junto pasal 55 dengan ancaman hukuman mati. 

Sementara Riswan, Haidir, Wandi yang menjadi pelaku penganiayaan pasal 170 KUHP atau pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara terkait peran Irwan Lili terkait kebakaran di Jalan Tinumbu yang juga narapidana di Lapas, kini masih didalami polisi.