Minggu, 12 Agustus 2018 17:58 WITA

Disiapkan Jadi Wagub DKI, PKS Tarik Aher dari Daftar Caleg

Editor: Aswad Syam
Disiapkan Jadi Wagub DKI, PKS Tarik Aher dari Daftar Caleg
Ahmad Heryawan (kanan) dalam sebuah kegiatan.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meminta Ahmad Heryawan (Aher), mundur dari pendaftaran caleg partai sabit kembar itu pada Pemilu 2019. Alasannya, karena ada tugas khusus untuk eks Gubernur Jabar itu dari DPP PKS.

Sekretaris DPW PKS Jabar Abdul Hadi Wijaya membenarkan adanya tugas khusus untuk Aher itu. Namun belum ada penjelasan soal bentuknya seperti apa.

"Akan ada tugas khusus. (Tugasnya) bisa banyak, bisa sebagai timses atau apa saya belum dapat info. Kita tunggu saja tugas khususnya," kata Abdul sebagaimana dilansir Detik, Minggu (12/8/2018).

Spekulasi merebak. Aher disiapkan jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang saat ini kosong pasca ditinggalkan Sandiaga Uno yang maju sebagai Cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

Gerindra, lewat Fadli Zon, pernah menyatakan, sepakat kursi wagub DKI yang ditinggal Sandiaga Uno diberikan ke PKS.

"Tentu karena pengusungnya dari Gerindra dan PKS, ya nanti mungkin calon wakil gubernurnya pengganti Pak Sandi itu sesuai kesepakatan dari pengusung itu dari PKS," kata Waketum Gerindra Fadli Zon di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018) lalu. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKS Jabar Haru Suandharu kepada detikcom, Minggu (12/8/2018), mengaku sempat mendengar nama Aher digadang-gadang bakal mengisi kekosongan Wagub DKI Jakarta. Namun, kabar tersebut dia terima bukan dari DPP PKS.

"Saya sempat dengar ada yang bicara, tapi bukan DPP, bahwa beberapa nama yang mungkin, tapi kan belum tahu saya," katanya.

Haru mengatakan, Aher memang diminta DPP PKS untuk menarik berkas pencalonan legislatif DPR RI 2019. PKS memberi tugas khusus kepada Aher. Namun, Haru mengaku tak tahu tugas apa yang diminta DPP kepada Aher itu.

Mungkinkah Aher 'turun pangkat' dari Gubernur Jabar jadi Wakil Gubernur DKI? Tradisi mengabdi di segala posisi bukan barang baru di PKS. Contoh yang mungkin paling mudah diingat, adalah jabatan-jabatan yang pernah dijabat oleh Hidayat Nur Wahid dan Nur Mahmudi Ismail.

Sebelum menjadi wakil ketua MPR seperti saat ini, Hidayat pernah menjabat sebagai Ketua MPR periode 2004-2009. Pada tahun 2012 lalu, Hidayat maju sebagai cagub DKI. Dan saat ini dia turun pangkat menjadi Wakil Ketua MPR.

Jejak karier Nur Mahmudi juga menarik. Dia pernah menjabat Menteri Kehutanan dan Perkebunan Indonesia periode 1999-2001. Setelah tak lagi jadi menteri, Nur Mahmudi turun pangkat jadi wali kota Depok.